Manfaatkan Tulang Ikan Kakap, Percepat Penyembuhan Patah Tulang

Diana Fitri, Juliani Nurazizah Setiadiputri dan Firza, ketika melakukan penelitian bone graft di Laboratorium Fak Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. FOTO: DOK PKM-PE UNAIR

SURABAYA-SUREPLUS: Kerusakan tulang akibat kecelakaan kerap terjadi. Padahal kerusakan tulang ini bisa berupa berkurangnya massa atau hancurnya jaringan pada tulang. Maka ketika melakukan penyembuhan kasus patah tulang, dokter punya berbagai cara. Misalnya, pemberian growth factor atau operasi rekonstruksi pada bagian tulang yang hilang.

Namun, penggunaan metode ini seringkali menimbulkan permasalahan, misalnya lamanya proses penyembuhan dan menyatunya kembali jaringan tulang yang hilang. Berangkat dari permasalahan itulah, tiga mahasiswa Prodi S1 Teknik Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), melakukan inovasi bone graft (cangkok tulang).

Dikutip dari Press Release Humas Unair yang diterima Redaksi Sureplus.id, inovasi bone graft tersebut merupakan solusi penanganan kasus patah tulang akibat kecelakaan, tapi dengan memanfaatkan tulang ikan kakap putih (Lates calcarifer) atau dengan kata lain, bahan alam yang mudah ditemukan di Indonesia.

Tim inovatif PKMPE (Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta) dari Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini dipimpin Diana Fitri, dengan dua temannya, Juliani Nurazizah Setiadiputri dan Firza dengan arahan dari dosen pembimbing Drs Djony Izak Rudyardjo, MSi.

PKMPE berjudul ‘Lates Calcarifer Bone Fish sebagai Bone Garft Hidroksiapatit-Alginat-Zinc untuk Perbaikan Tulang Akibat Kecelakaan’ itu berhasil lolos seleksi Dikti dan memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM 2018.

Dijelaskan oleh Diana Fitri selaku ketua tim, penelitian ini memanfaatkan biowaste berbasis ikan yang berpotensi mengurangi masalah lingkungan, serta mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Sedangkan bone graft sendiri memiliki kekuatan mekanik yang baik, sehingga tahan terhadap beban mekanik dari luar maupun dalam tubuh, memiliki porositas serta ukuran pori yang sesuai untuk memberikan space bagi sel-sel tulang untuk beregenerasi dan pembuluh untuk menutrisi sel-sel tersebut.

Penelitian mereka memiliki kelebihan pada proseshealing, karena penyembuhan tulang menjadi lebih cepat dan tahan terhadap beban yang ditimbulkan oleh gerakan tubuh. ”Kami berharapbone graft yang kami buat ini dapat menjadi salah satu bukti bahwa kami mampu menunjukkan inovasi,” ujar Diana Fitri. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P