Local Guides Jadi Ujung Tombak Google Maps di Indonesia

Local Guides, komunitas yang dinaungi Google menggelar event tahunan Meet Up Nusantara. Tahun 2018 ini, Meet Up Nusantara 2 Indonesia Local Guides digelar di Yogyakarta. FOTO: SUREPLUS/DONY MAULANA

YOGYAKARTA-SUREPLUS: Saat ini dengan teknologi yang ada dan pola interaksi positif, penggunaan internet secara bijak lebih memberikan keuntungan bagi banyak orang. Termasuk untuk pengembangan perekonomian di daerah. Apalagi dengan hadirnya beragam aplikasi dan keberadaan tempat usaha baru, seperti tempat kuliner, destinasi wisata membutuhkan promosi agar dikunjungi banyak orang.

Perkembangan teknologi informasi yang makin pesat dan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata, membuat para penjelajah membentuk satu komunitas yang dinaungi oleh Google yaitu Local Guides. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, para local guides ini membuat suatu wadah atau forum tahunan bernama Meet Up Nusantara, Indonesia Local Guides.

Meet Up Nusantara yang degelar tahun kedua ini bertempat di Yogyakarta, dari tanggal 10 Agustus 2018 hingga Minggu, 12 Agsutus 2018. Seperti diketahui Meet Up Nusantara 1 sebelumnya diadakan di Kota Batu, Jawa Timur, tahun 2017 lalu.

Hal itulah yang terus didorong Pemprov DIY untuk dikembangkan. Oleh sebab itu, pemerintah lantas meluncurkan aplikasi Android dan iOS yakni Jogja Istimewa. Aplikasi ini mengakomodir kebutuhan orang-orang datang ke DIY, termasuk wisatawan. Saat berada di DIY ini, mereka bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mencari informasi tentang kuliner, akomodasi, transportasi, bahkan pelayanan publik seperti Puskesmas dan rumah sakit.

Ketua Panitia Meet Up Nusantara 2 Indonesia Local Guides, Binar Atmaja menjelaskan, Local Guides sendiri merupakan komunitas yang berbasis peta, di antaranya para kontributor google maps yang bergabung menjadi satu. “Meet Up Nusantara 2 yang diselenggarakan tahun kedua ini menghadirkan 152 peserta dan 40 panitia. Di antaranya terdiri dari Pekanbaru Local Guide, Malang, Blitar, Surabaya,” katanya.

Menurut Binar, parameter local guide sendiri berkembang seiring perkembangan zaman. “Tempat wisata yang sama sekali belum ada yang me-review, itu yang akan kita ulas mulai akses jalan hingga biaya tiket masuk lokasi wisata dan wahana-wahana yang ada di dalam tempat wisata tersebut,” kata Binar saat ditemui Sureplus.id di Yogya, Sabtu (11/08/2018) malam.

Meet Up Nusantara 2 Indonesia Local Guides diharapkan memberi manfaat, bukan saja pada para peserta, tapi juga bagi masyarakat yang ada di seluruh Indonesia. FOTO: SUREPLUS/DONY MAULANA

Binar juga menyebutkan, bahwa destinasi wisata di Jogja ini ada lebih dari 154 yang bisa dibilang tempat favorit anak muda. Di antaranya Plengkung, Mangunan, Pojok Bedeng, Pinus Becici, Bukit Pangu. Namun yang melatar belakangi digelarnya acara ini, lanjut Binar, atas dasar permintaan dari seluruh local guides yang ada di Nusantara. Juga untuk sharing seputar destinasi wisata yang ada di masing-masing daerah yang ada di Indonesia.

Meskipun begitu, Binar juga mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi kendala dari local guide daerah setempat. “Kendala dari para local guides ini, ada banyak orang umum atau awam yang mempresepsikan local guides ini sebagai pemandu wisata yang selalu bisa menemani para pelancong pergi kemana pun. Padahal ini adalah sarana alat informasi yang ada di Google Maps,” jelasnya.

Sekadar deiketahui, peran local guide saat ini menjadi sangat vital karena mereka bisa mendapat informasi sebanyak-banyaknya. Mulai sektor Pariwisata, UMKM, Resto dan Makanan. Bahkan sampai dengan Pemerintahan. “Harapan kami sebagai penyelenggara MUN 2 Indonesia Local Guides, event ini dapat memberi manfaat bukan saja bagi para peserta local guides, tapi juga bagi masyarakat yang ada di seluruh Indonesia ini,” kata Binar sembari menuturkan harapannya. (DONY MAULANA/AZT)

Editor: Aziz Tri P