Potensi Nilai Ekspor Lada Capai 1 Miliar Dolar AS

Tampak perkebunan lada di Desa Bantilang, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Potensi ekspor komoditas lada dari Indonesia menyentuh angka 1 miliar dolar AS. Sehingga perlu didorong kinerja ekspornya. FOTO: YOUTUBE

JAKARTA-SUREPLUS: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor lada Indonesia pada tahun 2016 sebesar 430 juta dolar AS dengan kapasitas 53.099 ton. Sedangkan di tahun 2017, harga lada yang anjlok menurunkan nilai ekspor menjadi hanya 236 juta dolar AS dengan kapasitas 42.687 ton.

Capaian nilai ekspor tersebut masih jauh dari potensi ekspor komoditas lada yang dapat menyentuh angka 1 miliar dolar AS. Sehingga, masih banyak ruang untuk terus mendorong ekspor lada Indonesia. Maka pengembangan ekspor dari sentra perkebunan lada di daerah harus ditingkatkan. Seperti sentra lada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Saat ini produk lada Indonesia banyak diekspor ke Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, dan India. Paparan tentang potensi ekspor lada tersebut diungkapkan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Arlinda seperti liputan Berita Perdagangan di situs kemendag.go.id yang dikutip Sureplus.id, Sabtu (11/08/2018).

Menurut Arlinda, Lada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan berpotensi menjadi komoditas ekspor unggulan daerah, bila dipromosikan dengan baik. “Lada dari Luwu Timur berkualitas baik dan memiliki after-taste unik. Namun, masih kalah pamor dibanding lada dari muntok white dari Bangka Belitung. Lada Luwu Timur perlu memaksimalkan promosi dan branding, serta menjalankan mekanisme pemasaran yang tepat,” lanjut Arlinda.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar dan pertemuan Kementerian Perdagangan dengan para pelaku usaha lada di Kabupaten Luwu Timur, awal Agustus lalu. Ditjen PEN Kemendag mengadakan seminar mengenai lada di Kabupaten Luwu Timur untuk membangkitkan semangat petani lada di daerah tersebut.

Seminar diikuti para pelaku usaha lada, petani lada, asosiasi lada, serta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Selain seminar, dilaksanakan juga kunjungan ke lahan perkebunan lada dan gudang lada milik pedagang pengumpul di Kecamatan Towuti, Luwu Timur.

Pada tahun 2017, luas lahan pertanian lada di Luwu Timur mencapai 5.871 hektar dengan kapasitas produksi 4.323 ton. Hasil ini sangat cukup untuk memenuhi permintaan ekspor dari pembeli luar negeri dan perlu menjadi fokus.

Sementara Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan memaparkan promosi dalam taraf yang lebih tinggi adalah mendorong lada Luwu Timur mendapatkan indikasi geografis dan sertifikat organik, sehingga memperoleh harga yang lebih baik di pasar internasional.

Marolop juga mengajak pihak swasta dan perusahaan-perusahaan untuk mendukung pengembangan lada lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR).  (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P