Pengusaha Georgia Tertarik Berinvestasi ke Indonesia

Konsulat Jenderal RI Houston bersama Department of Economic Development di Atlanta, negara bagian Georgia As menggelar acara Forum Bisnis Indonesia-Georgia (7/8/2018). FOTO: KEMLU.GO.ID

HOUSTON (AS)-SUREPLUS: Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan negara bagian Georgia AS mengalami surplus. Sampai akhir tahun 2017 lalu, peningkatan itu mencapai 45,68 persen.

Dari data Biro Sensus AS, total nilai perdagangan RI dengan Georgia tercatat 1,7 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia 1,4 miliar dolar AS dan nilai impor Indonesia 300 juta dolar AS.

Besarnya potensi peningkatan ekonomi dari jalinan kerja sama ini pula Konsulat Jenderal RI Houston bersama Department of Economic Development di Atlanta, negara bagian Georgia As menggelar acara Forum Bisnis Indonesia-Georgia (7/8/2018), Forum ini bertujuan untuk menggalang pengusaha Georgia untuk berbisnis dan berinvestasi ke Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri 50 pengusaha Georgia dan pengusaha diaspora Indonesia ini, Senior Analis Perwakilan Bank Indonesia di New York M. Noor Nugroho memaparkan perkembangan serta kondisi terkini ekonomi Indonesia baik secara makro maupun mikro.

Selain itu juga ada Kepala Indonesia Investment Promotion Center di New York, Raharjo Siswohartono yang mengungkapkan kemudahan investasi di Indonesia, insentif investasi, proyek yang siap menerima Foreign Direct Investment dan proyek-proyek Public Private Partnership yang ditawarkan oleh Pemerintah RI, utamanya proyek terkait pembangunan infrastruktur.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Billy Anugrah juga menyampaikan paparan mengenai kebijakan perdagangan Indonesia, kemudahan ekspor dan impor Indonesia, serta keunggulan Trade Expo Indonesia sebagai sarana utama dan potensial dalam melakukan bisnis dengan Indonesia.

Dari paparan sederet perwakilan pemerintah Indonesia itulah, pengusaha Georgia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Negara bagian Georgia sendiri merupakan basis dari 500 perusahaan besar AS kelas dunia, termasuk Coca Cola, IKEA, UPS, Delta Airlines, dan memiliki sekitar 10 ribu Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Kekuatan utama Georgia adalah di bidang pertanian, pertambangan, industri automotive , aerospace, machinery, food processing, teknologi informasi, dan alat alat kesehatan.

Georgia masuk peringkat ke-2 di Amerika Serikat dalam hal  pembangunan infrastruktur dan akses global bagi produk eskpor dan impor dari dan ke berbagai negara di seluruh dunia, baik melalui pelabuhan maupun jalan darat. Georgia memiliki 4 pelabuhan besar, salah satunya Pelabuhan Savannah yang merupakan ke-4 terbesar di AS dan pintu masuk ekspor impor dengan nilai total 2,3 juta dollar AS per tahunnya.

Ekspor utama Indonesia ke Georgia adalah produk unggas dan ikan, minyak sayur, karet, apparel dan accessories, furniture, optik foto, mesin elektronik, dan alat alat kesehatan. Sebaliknya, impor Indonesia dari Georgia antara lain bubuk kayu, industri residu makanan, kapas, rajutan, produk kimia,reaktor nuklir, garam, dan lain lain.

Dalam kesempatan forum bisnis ini, Konjen Nana juga mengajak para pengusaha Georgia untuk hadir dan berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di ICC, BSD, Tangerang, Indonesia.(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas