Kementerian PUPR Akan Perbaiki Fasilitas Umum yang Rusak

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. FOTO : SETKAB.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS : Gempa di Lombok memunculkan kerugian, termasuk pada bangunan atau rumah warga. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di depan wartawan usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018) menjelaskan, ada sekitar 22.721 rumah dinyatakan rusak.

“Sementara ini ringan 12.778, kerusakan sedang 723, dan kerusakan berat 9.220 rumah,” kata peraih gelar Doktor (S3) Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat ini.

Dalam kesempatan itu Basuki juga menjelaskan, semua infrastrukturnya, termasuk bendungan yang ada di Pulau Lombok, sudah dicek dan kondisinya aman. Ada 12 jembatan yang kondisinya retak-retak sedikit.

“Tapi secara struktural aman, dan sekarang sudah mulai diperbaiki, dan masih bisa dilalui dengan aman, yang lainnya air PDAM masih bisa berjalan semua. Jadi secara infrastruktur ke PU-an masih bisa dikatakan aman tidak ada kerusakan yang berarti,” yakin Basuki, seperti disampaikan dalam siran persnya.

Sebagai upaya membantu korban gempa, mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum ini menjelaskan, pihaknya sudah melakukan beberapa hal. Di antaranya menyediakan air bersih.

Untuk kebutuhan ini, Basuki mengaktifkan beberapa sumber air besar seperti 12 sumur bor di Lombok Utara. Lalu mendatangkan sekitar 13 mobil tangki air yang bisa mendistribusikan air kepada pengungsi.

“Hidran umum sudah kita datangkan cukup. Yang MCK ini baru sekitar 50-an. Tapi butuh kira-kira kalau 100 pengungsian kalau satu pengungsian butuh 5 berarti butuh 500. Nah ini sedang akan kita kirim dari Surabaya dan dari Jakarta,” katanya.

Belajar dari pengalaman penanggulangan dampak bencana di Aceh dan Yogyakarta, Basuki juga menggunakan sistem swakelola yang melibatkan masyarakat. “Jadi masyarakat tidak menonton. Diberi bantuan tapi dia harus kerja sendiri, kita teknisnya kita guide betul. Karena mohon maaf, konstruksi di sana masih sangat sederhana, yang tidak tahan gempa,” kata Basuki.

“Puskesmas, sekolah-sekolah akan kita segera kerjakan untuk bisa berfungsi kembali. Nanti langsung dikerjakan oleh Kementerian PUPR, anggarannya pasti dari BNPB,” terang alumnus Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada ini.

Untuk bantuan pada korban bencana, lanjutnya, sesuai hasil rapat dengan presiden diputuskan jika korban yang berat dibantu Rp 50 juta, korban sedang dibantu Rp 25 juta, dan yang ringan dibantu Rp 10 juta. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono