Kementerian ESDM Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Lombok

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q Badan Geologi bergerak cepat dalam mengatasi krisis air yang terjadi pascagempa yang melanda Kabupaten Lombok Utara. FOTO: KEMENTERIAN ESDM

LOMBOK UTARA-SUREPLUS: Krisis air bersih dan sanitasi terjadi di Lombok pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) pada Minggu (5/8/2018) lalu.

“Masalah air dan sanitasi pada masa tanggap darurat menjadi bagian dari penanganan utama masyarakat yang berada di dekat lokasi pengungsian,” tutur Staf Ahli Menteri ESDM (SAM) Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Satry Nugraha.

Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q Badan Geologi bergerak cepat mengatasi persoalan ini. Pemetaan sumber air pun telah dilakukan.

Hal itu untuk memastikan bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pengungsi bisa terpenuhi sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekontruksi.

Dari pemetaan yang dilakukan oleh Kementrian ESDM, terdapat tujuh titik sumur bor yang dikerjakan di Kecamatan Gangga (Desa Rempek, Desa Bentek, Posko Lapangan Gondang), Kecamatan Pemenang (Desa Pemenang Timur, Posko Lapangan Ds. Persiapan Manggala) dan Kecamatan Tanjung (Posko Lapangan Ds. Sigarpejalin dan Lapangan Tanjung).

Namun, hingga kini baru dua titik yang sudah beroperasi, yakni di Desa Rempek, Kecamatan Gangga dan di Posko pengungsian Tanjung. Sementara lima lainnya sedang dalam tahap pengerjaan.

Di Desa Rempek, Kecamatan Gangga sendiri, masyarakat setempat sejak Kamis (9/8/2018) lalu sudah bisa memanfaatkan sumur bor melalui tangki-tangki air dengan pompa yang disuplai tenaga genset. Air bersih dari sumur bor ini terus menerus dimanfaatkan warga mengingat di desa ini aliran listrik masih terputus.

Sementara, di Kecamatan Tanjung, revitalisasi sumur gali untuk kebutuhan air di lokasi Posko Pengungsian juga telah selesai sejak Jumat (10/8) malam. Sebelumnya, sumur gali di titik ini rusak dan tidak bisa dipakai akibat gempa. “Memang butuh waktu jadi sumur bor baru,” ujar Satry.

Penyediaan air bersih melalui sumur bor yang dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Badan Geologi tentunya sangat bermanfaat, mengingat air bersih tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi hal yang sangat krusial oleh para korban gempa.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM sangat peduli untuk melaksanakan program program yang manfaatnya dapat dirasakan dan menyentuh langsung masyarakat, termasuk pengadaan sumur bor ini.

“Terutama untuk daerah yang terkena bencana, program (sumur bor) ini sangat membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari hari pasca bencana,” jelas Agung.(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas