Alfiati, Tingkatkan Kompetensi Kaum Hawa dengan Tas Rajut

Alfiati, pengrajin tas rajut asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri yang memiliki semangat untuk meningkatkan daya saing warga di lingkungan sekitarnya. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Alfiati, pengrajin tas rajut asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri ini memiliki segudang cara dalam meningkatkan daya saing warga di lingkungan sekitarnya. Misalnya, berbekal tali kor, alat merajut dan peralatan lain, ia membuat produk kerajinan tas rajut yang menarik.

Kemudian, dari usahanya inilah dia bersama sejumlah pengurus lembaga dan pengelola anak yatim piatu Darul Ai’tam, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri mulai mengumpulkan dana secara swadaya.

“Dana yang terkumpul, kami gunakan untuk memanggil tutor yang handal untuk merangkai tali kor menjadi tas rajut,” kata Alfiati, Ketua Pengurus Darul Ai’tam, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri kepada Sureplus.id, Sabtu (11/08/2018).

Setelah belajar selama beberapa waktu, Alfiati bersama sejumlah rekannya memberanikan diri untuk menularkan kemampuan merajut tas kepada warga masyarakat di berbagai desa. Dari upaya tersebut, akhirnya mulai banyak hasil produksi tas rajut yang dibikin kaum hawa di Kecamatan Kandat. Ada berbagai ukuran tas rajut warna-warni yang bisa dikoleksi oleh konsumen.

“Bahkan seperti pada musim haji sekarang, Alhamdulillah kelompok kami sering diundang pameran UMKM saat ada acara pelepasan jamaah haji. Otomatis, beberapa produk unggulan kami pasarkan di sana dan banyak dibeli pengunjung,” katanya.

Selain itu, perhatian pemerintah daerah setempat juga ikut menunjang pengembangan jaringan pemasaran tas rajut ini. Termasuk dengan mengajak ikut pameran di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kediri. “Semua hasil yang ada selalu kami syukuri. Bahkan kini juga ada beberapa konsumen yang mulai order,” katanya.

Dari sisi pembeli tas rajut produksinya, ulas dia, biasanya datang dari Kediri dan daerah sekitarnya. Misalnya, dari anggota dan pengurus Muslimat NU, serta ada pula beberapa ibu pejabat di lingkup Pemkab Kediri.

Untuk menjangkau pasar di luar Kediri, pihaknya mengaku, belum banyak membidik daerah tertentu. Kondisi ini lantaran, pengrajin tas rajut di komunitasnya masih terkategori pemula. Dengan begitu, untuk membuat 1satu buah tas rajut membutuhkan waktu relatif lama antara satu hingga dua minggu.

“Tapi kalau sudah ahli seperti para tutor yang melatih kami, biasanya masa produksi mereka cukup tiga  hari sudah jadi satu tas rajut,” katanya.

Mengenai harga, Alfiati melanjutkan, pihaknya menawarkan tas ukuran besar, seharga Rp 350 ribu per buah. Kemudian kalau tas rajut ukuran kecil dipatok Rp 150 ribu per buah. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P