Tekankan Keuntungan E-Commerce bagi Pelaku IKM

Pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan IKM terus dipacu Kemenperin melalui program e-Smart IKM. Tampak ilustrasi pameran produk fashion dan kerajinan di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

JAKARTA-SUREPLUS: Pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan IKM (Industri Kecil dan Menengah) terus dipacu oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), melalui program e-Smart IKM. Program tersebut digeber oleh Ditjen IKM Kemenperin.

Dikutip dari Siaran Pers di kemenperin.go.id, Jumat (10/08/2018), berdasarkan penelitian Deloitte Access Economics, pemanfaatan teknologi digital, seperti media sosial, internet broadband, dan e-Commerce membuka peluang bagi para pelaku IKM untuk tumbuh dan berkembang. Pemanfaatan teknologi digital juga memberikan keuntungan terhadap kenaikan pendapatan hingga 80 persen.

“Ini merupakan dampak semakin luasnya akses pemasaran para pelaku IKM, yang menjangkau calon pembeli baru melalui dunia maya. Tidak hanya dalam lingkup lokal, regional, atau nasional saja, namun menjangkau calon pembeli dalam lingkup global,” kata Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di Jakarta.

Menurut Gati, keuntungan penggunaan teknologi digital bagi pelaku IKM adalah peluang membuka kesempatan kerja baru, yang dapat meningkat menjadi satu setengah kali. Keuntungan selanjutnya, yakni probabilitas pelaku IKM untuk menjadi inovatif akan meningkat sebanyak 17 kali.

“Kenaikan probabilitas IKM menjadi lebih inovatif ini disebabkan karena potensi kenaikan pendapatan, penambahan sumber daya, dan akses informasi yang nyaris tak terbatas. Sehingga akan membuka peluang bagi para pelaku IKM mendapatkan ide-ide dan akses teknologi baru untuk mengembangkan usahanya,” papar Dirjen IKM.

Maka untuk mendorong pemanfaatan teknologi terkini bagi pelaku IKM nasional, selain melalui program e-Smart IKM, Kemenperin juga memiliki berbagai program lain seperti restrukturisasi atau memodernisasi mesin dan peralatan produksi, peningkatan kompetensi SDM melalui bimbingan teknis, pendampingan, sampai dengan sertifikasi kompetensi.

“IKM perlu membuka diri dan mau terus belajar. Selain itu juga melibatkan generasi muda atau milenial dalam perusahaan sehingga ada semangat baru,” imbuhnya.

Workshop e-Smart IKM juga digelar di berbagai provinsi. Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan di 22 provinsi dengan melibatkan stakeholders, antara lain Bank Indonesia, BNI, Google, iDeA, Kementerian Kominfo dan pemerintah daerah.

Baca: IKM Nasional Dipacu Terapkan Teknologi Terbaru

Program e-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada dengan tujuan untuk semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing.

Sejak diluncurkan pada 27 Januari 2017 lalu, workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 2.900 peserta dan membukukan nilai transaksi online melampaui Rp 600 juta. Pada tahun 2018, ditargetkan peserta e-Smart IKM mampu bertambah menjadi 4.000 IKM dari seluruh Indonesia. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P