IKM Nasional Dipacu Terapkan Teknologi Terbaru

IKM nasional dipacu untuk menerapkan teknologi terbaru dalam proses produksinya. Termasuk IKM sektor pakaian jadi. Tampak ilustrasi pameran craft and fashion di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

JAKARTA-SUREPLUS: Penerapan teknologi terbaru sudah dilakukan oleh IKM (Industri Kecil dan Menengah) nasional. Di antaranya pada sektor IKM logam dengan memanfaatkan teknologi mesin-mesin programmable Computer Numerical Control (CNC). Ini untuk mendukung proses produksi. Keuntungannya, produk yang dihasilkan lebih presisi dan human error dapat diminimalisir.

IKM yang sudah memanfaatkannya antara lain mereka yang bergerak di bidang pembuatan mold and dies dan pembuatan komponen otomotif. Latar belakangnya, karena produk-produk yang dihasilkan tersebut membutuhkan tingkat presisi yang tinggi.

Penerapan teknologi terbaru di sektor IKM tersebut dipaparkan Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih di Jakarta, seperti dikutip dari Siaran Pers kemenperin.go.id, Kamis (09/08/2018).

Menurut Gati, Ditjen IKM juga telah memberikan bantuan mesin CNC router kepada IKM kerajinan di Batam. Para pelaku IKM tinggal memasukkan desain yang dikehendaki dan mesin tersebut bekerja membentuk produk kerajinan sesuai dengan desain yang dimasukkan sebelumnya.

Teknologi lainnya sudah diterapkan para IKM logam, yakni pembuat pande besi konvensional yang semula menempa logam dengan tenaga manusia, saat ini sudah dengan teknologi tenaga motor atau hidrolik (air hammer). Tujuannya, kapasitas produksi akan semakin meningkat dan konsistensi mutu produk juga terjaga.

Sedangkan di sektor IKM pakaian jadi, penerapan teknologi dilakukan pada proses produksi menggunakan aplikasi. Mulai pembuatan pola hingga penjualan produk. Pembuatan pola dapat menggunakan aplikasi Optitex yang bertujuan efisiensi dan memaksimalkan bahan baku yang terpakai.

“Sedangkan, untuk sistem penjualan, mereka memanfaatkan aplikasi Raptor Point of Sales System yang telah terkoneksi pada jaringan internet dan terpantau secara real time,” lanjut Gati.

Di sektor IKM furniture, pemanfaatan teknologi diaplikasikan melalui mesin pengeringan kayu dengan menggunakan High Frequency Vacuum Kiln Dry Machine sehingga menjadi lebih cepat proses produksinya. Secara konvensional memakan waktu sampai dua minggu.

“Tapi saat ini bisa dipersingkat menjadi tiga hari dengan tingkat kekeringan yang lebih merata dan menghilangkan risiko bahan baku kayu menjadi terbakar ataupun retak,” jelasnya.

Gati juga meyakini, sentuhan teknologi pada sarana dan prasarana IKM, khususnya dalam proses produksi akan meningkatkan kapasitas produksi, mengefisienkan penggunaan energi. Juga mengendalikan kualitas produk sehingga konsistensi mutu produk terjamin. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P