Catat Pertumbuhan 4 Persen, Technoplast Didukung Seasonal Produk

Sjamsoe Bahar, Director of Finance, Ellies Kiswoto, Director of Marketing & Sales, Sjamsoe Fadjar, CEO Technoplast, dan Sjamsoe Tahar, Director of Manufacturing menunjukan produk di Technoplast Pabrik Cikupa, Tangerang, Rabu (8/8). PT Trisinar Indopratama (Technoplast), produsen produk plasticware mulai fokus pada pasar ekspor. Sejauh ini, baru sekitar 10 persen dari total produk Technoplast yang menjamah pasar ekspor. Negara yang disasar yakni Timur Tengah, Asia, Amirika Latin dan Afrika. SUREPLUS/AKBAR INSANI

CIKUPA-SUREPLUS : Untuk memenuhi total kebutuhan pasar domestik dan mancanegara, Technoplast berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 4 persen. Hali ini makin mengukuhkan Technoplast sebagai perusahaan manufaktur asli dalam negeri, yang memproduksi peralatan rumah tangga berbasis plasticware.

Hal ini disampaikan CEO Technoplast Sjamsoe Fadjar Indra dalam acara ‘Technoplast Factory Visit : Be Global with Local Potential’, Rabu (8/8/2018).

Sementara secara keseluruhan, seperti dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, industri manufaktur besar dan sedang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,36 persen secara tahunan pada kuartal II/2018.

Pertumbuhan yang tinggi ini juga disumbangkan oleh industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri minuman yang tumbuh tinggi masing-masing sebesar 17,28 persen dan 15,41 persen.

Di sisi lain, masih mengutip data (BPS), persentase ekspor non-migas hasil industri pengolahan Indonesia naik 6.85 persen jika dibanding bulan yang sama tahun 2017. Data tersebut didukung oleh temuan Kementerian Perindustrian, terdapat sepuluh kelompok hasil industri dengan nilai ekspor terbesar dimana kategori industri karet, barang dari karet dan plastik, menduduki peringkat ke-5 dengan persentase 6.86 persen.

“Pertumbuhan yang kami catat ini berasal dari banyak faktor. Salah satunya, tingginya permintaan seasonal produk. Tentunya ini berpengaruh pada peningkatan produksi,” jelas Sjamsoe Tahar Indra, Director of Manufacturing Technoplast.

Ditambahkan, setiap tahunnya, Technoplast juga memiliki beberapa agenda pameran baik di dalam maupun luar negeri yang membutuhkan kesiapan pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar.

Sistem yang Terintegrasi

Dalam acara kunjungan di lingkungan pabrik itu, undangan diajak untuk melihat bagaimana proses produksi di pabrik Technoplast. Di depan undangan Sjamsoe Tahar menjelaskan, pabriknya dilengkapi dengan total 53 mesin dengan kapasitas produksi sebanyak 8 juta produk per tahun.

“Sebagai produsen produk personal ware, kami melakukan sistem yang terintegrasi demi menjamin kualitas tinggi dari produk yang kami hasilkan. Berbicara tentang kualitas, kami menerapkan berbagai standarisasi yang membuat sistem produksi di pabrik ini sangat terjaga dan dapat dipertanggung jawabkan, seperti ISO 9001 : 2015, SNI, dan WCA,” paparnya.

Menyikapi dinamika fluktuasi dalam industri manufaktur, Ellies Kiswoto, Director of Marketing & Sales mengaku, pihaknya memiliki strategi khusus yang sudah diimplementasikan di perusahaan.

“Pasar domestik dan mancanegara juga mengalami pasang surut. Dan yang kita lakukan di Technoplast, jika salah satu pasar sedang kurang menggairahkan, kita rebut dengan gencar melakukan pendekatan. Salah satunya melalui pameran,” tegas Ellies.

Jika pameran di luar negeri, lanjutnya, Technoplas melakukan di negara yang memiliki loyal customer. “Dan untuk pasar dalam negeri, kita gencar mengadakan promosi dan aktivitas marketing lainnya,” pungkasnya.

Hingga kini, Technoplast telah memiliki lebih dari 50 lisensi, salah satunya Disney dan Marvel. Perusahaan ini menjadi market leader dalam bidang botol minum, dan terus berupaya dalam menunjukkan komitmennya melalui edukasi yang diberikan untuk masyarakat. Baik melalui seminar ataupun lewat media sosial. (HDL)

Editor : Hendro D. Laksono