Jelang IMF-World Bank, Hotel Bintang Empat Bertambah di Banyuwangi

Hotel bintang empat, Dialog, yang berlokasi di Kelurahan ‎Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi resmi dilaunching pada Rabu (08/08/2018). FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Menjelang digelarnya perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Oktober 2018 mendatang, jumlah hotel berbintang bertambah di Banyuwangi. Hotel bintang empat, Dialog, yang berlokasi di Kelurahan ‎Klatak, Kecamatan Kalipuro, resmi dilaunching pada Rabu (08/08/2018).

“Dengan dibukanya hotel ini, jumlah kamar penginapan di Banyuwangi kian bertambah. Ini bisa memenuhi kebutuhan kamar. Apalagi Banyuwangi menjadi salah satu penyangga di IMF-World Bank,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat peresmian Hotel Dialog.

Anas mengatakan, dalam pertemuan IMF-World Bank tersebut, ada sekitar 2.000 delegasi dari berbagai negara yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Hotel Dialog menyediakan 116 kamar. ‎ Dengan adanya Hotel Dialog ini, maka jumlah hotel di Banyuwangi menjadi 61 hotel, dari kelas melati hingga bintang empat.‎

Sedangkan untuk jumlah hotel bintang empat, saat ini terdapat 11 hotel. Anas mengatakan, saat ini pihaknya mengatur izin pendirian hotel. “Saat ini sangat banyak pihak yang mengajukan untuk mendirikan hotel di Banyuwangi. Namun kami atur. Kami ingin okupansi hotel di Banyuwangi terjaga. Jangan sampai karena terlalu banyak hotel, justru okupansinya rendah,” lanjut Anas.

Menurut Anas, selain pariwisata, keberadaan kamar-kamar hotel juga membantu kebutuh‎an bagi kunjungan studi banding pemerintahan. Selama ini, banyak pemerintahan ‎kabupaten, provinsi, intitusi dan berbagai instansi datang ke Banyuwangi untuk studi sistem kebijakan yang diterapkan pemerintah. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P