Target PUPR, Program Subsidi Rumah Capai 630.437 Unit

Kementerian PUPR tahun 2018 menargetkan pembangunan 630.437 unit rumah yang masuk program subsidi rumah. Tampak ilustrasi proyek perumahan di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/AKBAR INSANI

JAKARTA-SUREPLUS: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 630.437 unit rumah yang akan mendapat bantuan pembiayaan perumahan pada tahun 2018. Terdiri dari KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebanyak 60.625 unit.

Juga Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebanyak 344.500 unit, dan SSB (Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan) sebanyak 225.000 unit dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) sebanyak 312 unit.

Dikutip dari Siaran Pers di pu.go.id, Selasa (07/08/s018), menurut Sekretaris Ditjen Pembiayaan Perumahan Irma Yanti, BP2BT baru diperkenalkan tahun 2018 ini akan mempermudah para pekerja informal memiliki rumah pertamanya.

“Tahun ini ditargetkan sebanyak 312 unit dengan anggaran Rp 10 miliar. Tahun 2019, kita usulkan anggaran BP2BT lebih besar yakni Rp 448 miliar untuk 14 ribu unit,” kata Irma Yanti.

Dari catatan Kementerian PUPR, hingga semester I tahun 2018, capaian rumah subsidi yang telah didanai melalui KPR FLPP sebanyak 12.455 unit rumah, atau senilai Rp 1,43 triliun. Sementara untuk realisasi SSB 45.198 unit atau 20 persen dari target 225.000 rumah dengan anggaran Rp 2,5 triliun. SBUM sebanyak 51.365 unit atau 14,9 persen dari target tahun 2018 sebanyak 344.500 unit dengan anggaran Rp 1,3 triliun.

Sementara untuk realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2010 hingga 31 Juli 2018, mencapai Rp 32,36 triliun untuk 532.283 unit rumah. Kelompok penerima manfaat KPR FLPP dari tahun 2010 terbagi atas 73,72 persen pegawai swasta, 12,85 persen Pegawai Negeri Sipil; 7,72 persen Wiraswasta, 3,98 persen TNI/Polri dan sisanya 1,73 persen.

Sedangkan peningkatan jumlah rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang bisa mendapatkan subsidi, terus dilakukan. Salah satunya dengan kebijakan perubahan proporsi kredit atau pembiayaan pemilikan rumah melalui FLPP dari 90 :10 menjadi 75 : 25.

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 463 Tahun 2018 tersebut mulai berlaku tanggal 20 Agustus 2018. Dengan proporsi baru tersebut, dari total dana KPR, porsi pendanaan pemerintah menjadi 75 persen, sementara 25 persen menggunakan dana bank.

Target pembiayaan rumah subsidi melalui FLPP tahun ini semula 60.625 unit rumah. Dengan adanya penurunan porsi pendanaan, maka target PPDPP tahun 2018 dapat ditingkatkan menjadi 70.000 unit rumah. Subsidi dibutuhkan agar MBR bisa menikmati bunga KPR murah tetap sebesar 5 persen selama jangka waktu KPR FLPP antara 15 hingga 20 tahun. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P