Jelang Internasional Flight, Pemerintah Siapkan Infrastruktur Keimigrasian di Bandara Banyuwangi

Asep Kurnia, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Ekonomi. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Menjelang dibukanya penerbangan internasional (International flight), pemerintah pusat menyiapkan infrastruktur keimigrasian di Bandara Banyuwangi.

‎Menurut Asep Kurnia, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Ekonomi, sebelum pelaksanaan International flight, segala infrastruktur mulai ‎CIQ (custom, immigration, quarantine), port authority, dan hal lainnya yang menyangkut keimigrasian harus tersedia.

“Kami datang ke Banyuwangi untuk persiapan ‎International flight ke Banyuwangi,” kata Asep, Selasa (7/8).

International flight dari Kuala Lumpur-Banyuwangi, dijadwalkan akan dilakukan mulai Oktober mendatang. Menurut Asep, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk mempercepat hal tersebut.

“Untuk infrastrukturnya kami bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi, agar bisa terselesaikan sebelum pelaksanaan internasional flight ke Banyuwangi,” kata Asep.

Selain keimigrasian di Bandara Banyuwangi, Asep juga melakukan persiapan pengurusan paspor di Mal Peayanan Publik (MPP) Banyuwangi.

Menurut Asep, berdasarkan intruksi dari MenPAN RB, meminta di MPP terdapat counter permohonan paspor. Di mal terdapat 173 dokumen/perizinan yang dilayani di mal yang resmi beroperasi 6 Oktober 2017 itu. Namun belum ada pelayanan pengurusan paspor.

“Kami ingin di mal ada pelayanan paspor, sehingga masyarakat lebih mudah karena bisa diurus di kota. Kami akan mengirimkan tim untuk memenuhi itu semua,” kata Asep.

Asep menargetkan dalam satu bulan ini semua urusan terkait keimigrasian di bandara dan pengurusan paspor di MPPselesai. “Kami targetkan satu bulan bisa selesai,” tambah Asep.(HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas