Nadiyah Berkomitmen Besarkan Kelompok Seniman Perempuan

Nadiyah Tunnikmah. FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI

YOGYAKARTA-SUREPLUS: Sejak kuliah, Nadiyah Tunnikmah aktif mengikuti pameran seni rupa, terlebih pameran seni rupa kelompok perempuan. Baginya pameran tersebut selain sebagai ajang mempresentasikan karyanya kepada masyarakat juga sebagai ajang silaturahmi sesama seniman dan pecinta seni.

Pada Februari 2017 lalu perempuan yang berprofesi sebagai staf pengajar di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu turut berpartisipasi bersama 12 seniman perempuan lainnya dengan menggelar Pameran Kelompok Bumbon yang digelar di Sangkring Art Space, Yogyakarta.

Dalam pameran yang diberi titel Babon tersebut, selain Nadiyah Tunnikmah juga ada Ayu Arista Murti, Caroline Rika Winata, Dona Prawita Arisutta, Prima Puspita Sari, Maria Indriasari, Roeayyah Diana, Sari Handayani, Theresia Agustina, Tina Wahyuningsih, Trien Afriza, Utin Rini serta Wahyu Wiedyardini.

Memasuki tahun 2018 Nadiyah bersama beberapa rekannya kembali membuat kelompok seniman perempuan yang diberi nama Akar Tumbuh. Hanya saja dalam pameran kali ini pesertanya tak sebanyak pameran kelompok Bumbon tahun lalu.

“Memang bukan hal yang mudah mengajak teman-teman seniman perempuan lain ke dalam satu pameran. Maklum, meski mayoritas kami punya latar belakang pendidikan formal di bidang seni, namun kebanyakan saat ini kami telah menjadi ibu rumah tangga. Dengan status tersebut, tentunya mereka disibukkan dengan urusan keluarga masing-masing,” ucap Nadiyah.

Meski begitu Nadiyah berkomitmen ingin tetap merangkul teman-temannya untuk konsisten dengan menggelar pameran dan workshop seni rupa secara berkala. Dirinya ingin kelompok Akar Tumbuh yang didirikannya bersama Caroline Rika Winata, Dona Prawita Arissuta, Fitri Setyaningsih dan Lelyana Kurniawati ini bisa bertahan lama dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat.

Nadiyah juga menambahkan, bahwa ke depan tak menutup kemungkinan kelompok Akar Tumbuh akan berkolaborasi dengan melibatkan masyarakat untuk menggelar pameran seni rupa.

“Untuk mendapat pengakuan minimal kami harus menggelar lima kali pameran secara berkala. Jadi sementara kami fokus ke internal dulu. Setelah itu baru kami akan bereksplorasi lebih luas dengan masyakarat,” ucap seniman yang berulang tahun pada 12 April itu.(SAHLUL FAHMI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas