Lima Start-up Kuliner Surabaya Masuk Final Demoday FSI 2018

Sebanyak 30 start-up subsektor kuliner terpilih di ajang Final Demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2018 yang digelar Bekraf. Lima di antaranya berasal dari Surabaya. Tampak penjurian FSI 2018 di Surabaya. FOTO: BEKRAF.GO.ID

SURABAYA-SUREPLUS: Surabaya sukses menempatkan lima start-up terpilih dari 30 start-up subsektor kuliner, di ajang Final Demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2018 yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Sebanyak 30 start-up tersebut dipilih dari 93 start-up yang sebelumnya lolos kurasi demoday FSI 2018.

Lima start-up kuliner asal Surabaya yang terpilih tersebut, Ayam Canton Soerabaja, Barin Food, Mocoa, Nagesushi dan Sego Njamoer. Surabaya hanya kalah dibanding Yogyakarta yang berhasil menempatkan enam start-up di ajang FSI 2018. Yaitu, Chicken Crush, Dendeng Raden, Joka, Kiwae, nDalem Cokelat dan The Ricebowl.

Sementara Jakarta meloloskan empat start-up, yaitu BeeMa Honey, Comed, Happinaz dan Timurasa. Sedangkan Bandung menempatkan tiga start-up, Jajos, Tempe Krezi dan Roeparasa. Bali dua wakilnya, Daily Noodle dan Rosalie Cheese. Malang dua start-up, Lunpia Go dan N-Up. Blitar juga diwakili dua start-up, Moys dan Osu.

Enam start-up lainnya mewakli masing-masing Kota Batu (Momchips), Kediri (Pakuaty), Sumedang (Pantastik), Wonosobo (Rumpun Padi), Bontang (Sekatup) dan Semarang (Super Roti).

Dikutip dari Siaran Pers Bekraf di bekraf.go.id, Bekraf telah memilih 30 pengusaha rintisan (startup) subsektor kuliner untuk mengikuti pitching, yaitu presentasi di hadapan investor pada Final Demoday Food Startup Indonesia (FSI) 2018. Sebanyak 30 start-up tersebut telah dipilih dari 93 start-up yang lolos kurasi demoday FSI 2018.

Deputi Akses Permodalan Bekraf mengungkapkan, sebanyak 41,40 persen PDB ekonomi kreatif adalah kontribusi subsektor kuliner. Meskipun demikian, mayoritas start-up memulai usaha dari dana pribadi, karena pembiayaan non-perbankan hanya Rp 12 triliun.

“Jauh dari pembiayaan perbankan yang mencapai Rp 6.000 triliun. Sedangkan start-up pada early seed belum bisa mengakses pembiayaan perbankan. FSI diharapkan menjawab tantangan start-up bidang kuliner Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Demoday FSI adalah acara yang digelar Bekraf untuk membekali start-up kuliner Indonesia meraih pembiayaan non-perbankan dari investor. Bekraf juga mempertemukan start-up kuliner dan investor untuk memperbesar peluang investasi.

Bekraf bersama para mentor yang berasal dari pebisnis, investor, dan ahli industri kuliner menentukan 30 start-up yang pitching di hadapan investor, Rabu (01/08/2018) di Ballroom Hotel Ciputra World, Surabaya. Mereka dipilih berdasarkan kesiapan mereka meyakinkan investor untuk berinvestasi.

Keunggulan 30 start-up yang pitching di hadapan investor adalah peluang yang lebih besar meraih investor sekaligus berkesempatan menjadi top three FSI 2018. Tiga pemenang FSI 2018 akan mendapatkan fasilitas promosi produk pada pameran domestik maupun internasional.

Dewan juri yang menentukan top three FSI 2018 adalah Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, serta perwakilan mentor dan investor, Mohamed Salim dari Salim Group, Yustinus Agung dari Foodlab Indonesia, dan George Siregar dari Orbit Ventura. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P