Ketepatan Waktu Mendarat Maskapai Pengangkut Haji Capai 80,08 Persen

Sejumlah jemaah telah tiba di Makkah setelah menempuh perjalanan dari Madinah, Rabu (01/08) kemarin. FOTO; KEMENAG.GO.ID

MAKKAH—SUREPLUS: Kualitas pelayanan bagi Jemaah haji Indonesia terus ditingkatkan. Di tahun ini tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Bandara melaporkan bahwa dua maskapai yang mengangku Jemaah haji Indonesia, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines mayoritas mendarat tepat waktu.

Dari data yang dilaporkan MCH Daker Bandara tersebut, selama 15 hari kedatangan sejak 17 Juli 2018 hingga Rabu (1/8/2018), tercatat rerata waktu kedatangan pesawat yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia mayoritas tiba di Arab Saudi sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Hal itu bisa dilihat dari On Time Performance (OTP) yang tercatat di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Bandara.

“Pengukuran OTP menggunakan tiga kategori. Pertama kategori on time, kedua lebih cepat dari satu jam, dan berikutnya lebih lambat. Sedangkan ukuran lebih lambat dibagi lagi ke dalam tiga level. Ada tingkat keterlambatan satu-empat jam, terlambat empat-enam jam, dan delay lebih dari enam jam,” kata Kepala Seksi MCH Daker Bandara Abdul Basir yang juga bertugas menangani data-data tersebut, Kamis (2/8/2018) pagi waktu Saudi.

Ia memaparkan, Garuda Indonesia yang telah memberangkatkan 119 kloter tercatat memiliki ketapatan waktu 94,96 persen (132 penerbangan), mendarat setidaknya satu jam lebih cepat dari jadwal 1,44 persen (dua penerbangan), dan mengalami keterlambatan mendarat antara satu hingga empat jam sebesar 3,6 persen (lima penerbangan).

Sedangkan Saudi Arabian Airlines membukukan OTP sebesar 62,39 persen (73 penerbangan). Meski begitu, mereka juga mencatat pendaratan lebih cepat dari jadwal 35,9 persen (42 penerbangan), dan keterlambatan hanya 1,71 persen (dua penerbangan). Saudi Arabian Airlines telah melayani 99 kloter dari lima embarkasi.

Dihitung secara rata-rata, maka dari kedua maskapai tersebut mencatatkan OTP 80,08 persen atau setara dengan 205 penerbangan. Mendarat lebih cepat dari jadwal 17,19 persen, atau sama dengan 44 penerbangan, dan ada tujuh penerbangan yang terlambat mendarat atau hanya 2,73 persen.

Kondisi seperti itu tak jarang membuat dua kloter jemaah keluar berbarengan dari dua gerbang kedatangan berbeda. Seperti kloter dari Embarkasi Batam dan Embarkasi Medan yang keluar bersamaan melalui Gerbang B dan Gerbang D Bandara Jeddah, Rabu (1/8/2018) kemarin.

Guna menyambut kedatangan Jemaah haji, petugas bandara biasanya dipecah dalam dua kelompok. Hal ini dilakukan agar bisa memberikan bantuan secepatnya kepada Jemaah haji yang membutuhkan.

“Petugas kesehatan yang disiapkan menyambut masing-masing kloter biasanya hanya dua saja, satu dokter dan satu perawat,” kata Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara, Rachmawanti Agustina.(ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas