Kenaikan Cukai Dorong Peningkatan Harga Rokok Kota Kediri

kenaikan cukai rokok
Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana, saat memaparkan data inflasi di Kota Kediri. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Seiring berlakunya kebijakan pemerintah tentang kenaikan cukai rokok di Indonesia, hal ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga rokok di Kota Kediri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Distribusi dan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Adi Wijaya, di Kediri, Rabu (2/8/2018).

Menurut Adi, kenaikan cukai rokok pada tahun 2018 hampir terlihat setiap bulannya. Namun kenaikan cukai ini berbeda tiap bulannya. “Jika dirata-rata kenaikan ini mencapai 0,016 persen per bulannya,” kata Adi.

Dengan kondisi itulah maka harga rokok di pasar modern hingga pasar tradisional semakin meningkat. Bahkan pergerakan harga paling cepat sangat terlihat di sejumlah ritel modern, karena persediaan barang mereka selalu baru.

Adi menambahkan, bahwa pada bulan Juli 2018, kenaikan cukai rokok telah menyebabkan munculnya inflasi di Kota Kediri. Hal ini juga dipengaruhi, oleh banyaknya masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok.

Untuk diketahui, pada bulan Juli 2018, Kota Kediri mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen, IHK atau inflasi 0,09 persen. Kondisi ini karena meningkatnya IHK pada bulan Juli 2018, menjadi 128,04 poin dibandingkan pencapaian pada bulan Juni lalu sebesar 127,92 poin.

Sesuai hasil pengamatan BPS setempat, salah satu penyebab inflasi ini adalah meningkatnya harga di kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen.

Di lokasi yang sama, Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana, mengemukakan, selama bulan Juli 2018, Kota Kediri mengalami inflasi 0,09 persen. Pencapaian ini berada di peringkat ketiga terbesar inflasi dari 8 kota Indeks Harga Konsumen/ IHK di Jawa Timur.

“Inflasi tertinggi di Malang sebesar 0,21 persen dan inflasi terendah di Jember yang mengalami deflasi atau inflasi negatif 0,08 persen,” katanya.

Sementara itu, lanjut Ellyn, komoditas penyumbang terbesar terhadap inflasi bulan Juli 2018, di antaranya kenaikan harga telur ayam ras. Kemudian naiknua harga bensin, dan kacang panjang. Ada pula naiknya tarif pulsa ponsel, tomat sayur, rokok kretek filter, kompor, baju muslim, dan tahu mentah. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono