PKBL Terus Dikembangkan dalam Meningkatkan Citra PLN

Aris Muhamad Noor, Supervisor PKBL Implementasi PT PLN Distribusi Jatim. FOTO : SUREPLUS/DONY MAULANA

SURABAYA-SUREPLUS: Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur adalah untuk meningkatkan citra PLN. Selain itu juga untuk mendapatkan dukungan atas keberadaan PLN, baik untuk meningkatkan kesejahteraan, serta melakukan penyuluhan agar masyarakat sekitar instalasi PLN ikut mengamankan dan merasa memiliki instalasi tersebut.

PKBL merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PLN sebagai salah satu perusahaan BUMN. Aris Muhamad Noor, Supervisor PKBL Implementasi PT PLN Distribusi Jatim mengungkapkan, tanggung jawab sosial PLN Distribusi Jawa Timur sudah cukup baik dengan banyaknya bantuan dan program yang diberikan kepada masyarakat.

“Dalam melaksanakan PKBL PLN mempunyai aturan atau prosedur yang sangat jelas dan berpedoman kepada Keputusan Direksi PLN Nomor 336.K/DIR/2007 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015,” terangnya saat ditemui Sureplus.id di kantornya, Rabu (1/8/2018).

Aris juga mengatakan, jika program kemitraan ini berupa memberikan pinjaman lunak bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dirasa masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dari bank.

“Tentunya bunga kita lebih murah dari KUR, yakni sebesar 3 persen per tahun tanpa biaya tambahan atau administrasi lainnya,” jelas Aris.

Ia mengaku, penyaluran bantuan ini bukanlah berbentuk dana atau uang. Melainkan dalam bentuk barang yang dibutuhkan oleh para pelaku UKM. Di antaranya UKM Batik Sutra Lukis, pemberdayaan masyarakan eks Lokalisasi Dolly yang dibina dan dilatih untuk melukis batik.
“Ada juga yang kita bina yaitu UKM Aroma Terapi, dimana dulunya perusahaan lilin yang seiring waktu berkembang usahanya dengan menyasar pasar produk kecantikan,” paparnya.

Terkait dengan itu, Aris menyebut jika dana yang disalurkan untuk tahun anggaran 2018 ini mencapai Rp 300 juta. Sedang, yang terealisasi hingga saat ini baru mencapai kisaran kurang dari Rp 300 juta. “Kami berharap sebelum tutup buku anggaran 2018 semua itu sudah terealisasi,” tutupnya. (DONY MAULANA/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono