Blackview BV9500 Pro, Smartphone yang Bisa Jadi Walkie Talkie

Blackview BV9500 Pro
Blackview BV9500 Pro. Foto: blackview.hk

SURABAYA-SUREPLUS: Blackview merilis ponsel pintar tangguh terbaru dari seri BV, yakni BV9500 Pro. Berbeda dengan BV9500 yang dirilis lebih dahulu dan langsung dilempar ke pasar, BV9500 Pro baru bisa dibeli lewat jalur pre-order lewat situs indiegogo.com (https://www.indiegogo.com/projects/blackview-most-amazing-uncrackable-smartphone-adventure#/).

Produsen smartphone asal China ini mengembangkan rugged phone dengan menambahkan beberapa fitur seperti kemampuan untuk dijadikan walkie talkie, atau teknologi intercom yang bisa dipakai tanpa menggunakan sinyal seluler.

Pasar yang disasar oleh Blackview dengan fitur walkie talkie ini adalah pekerja tambang, atau bidang lain terbiasa berkegiatan di luar ruangan yang membutuhkan komunikasi tim. Blackview BV9500 Pro juga merupakan smartphone dengan standar militer yang diklaim dapat bertahan dalam cuaca ekstrem.

Pada video yang diunggah di situs resminya, Blackview menerangkan standar ketahanan yang dipakai oleh smartphone ini adalah IP68, IP69K, serta MIL-STD-810G yang tahan pada benturan saat terjatuh dari kantong celana, tenggelam di air, bahkan terkena lumpur serta oli sekalipun.

Spesifikasi dari smartphone yang memiliki bentang layar 5,7 inci dengan resolusi full HD ini juga memiliki peningkatan dari seri sebelumnya, terutama pada bagian RAM yang menjadi 6GB serta kapasitas penyimpanan 128GB.

Selain beberapa peningkatan tersebut, fitur lain dari BV9500 Pro tidak berbeda dengan BV9500, seperti baterai berkapasitas 10000 mAh yang dilengkapi pengisian nirkabel, prosesor Mediatek Helio P23 MT6763T, serta sistem operasi Android Oreo.

Spesifikasi yang cukup tinggi inilah yang menjadi andalan Blackview untuk bersaing dengan merek lain di kelas rugged phone. Selain itu, Blackview BV9500 Pro juga didukung dengan kamera yang memiliki resolusi seperti smartphone menegah ke atas; pada bagian belakang dengan resolusi 16MP dan 0,3MP, serta bagian depan dengan resolusi 13 MP. (Baihaqi/Ed. Fahmi Faqih)