Sukarman, Kuli Panggul yang Sukses Wujudkan Mimpi Berhaji ke Tanah Suci

Setelah tekun menabung bertahun-tahun, Sukarman yang hanya seorang kuli panggul dari Kota Kediri, berhasil mewujudkan mimpi menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, merupakan impian bagi setiap umat Islam di dunia. Tak terkecuali bagi Sukarman, Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Kediri yang berlatar belakang profesi sebagai kuli panggul.

Sejak bertahun-tahun lamanya, Sukarman berjuang keras menyisihkan penghasilannya demi mewujudkan mimpinya tersebut. Perjuangan warga asal Desa Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini memang patut diacungi jempol. Bahkan diteladani oleh generasi muda kekinian.

Dia mempunyai semangat luar biasa dan seolah tak kenal lelah, demi bisa menjalankan ibadah haji tersebut. Bagi pria berusia 64 tahun ini, menunaikan ibadah haji memang sesuatu yang sangat mahal biayanya. Namun, dia tak pernah mengira, dari hasil kerja keras sebagai kuli panggul di sebuah gudang, di Kota Tahu ini, Sukarman berhasil melunasi biaya untuk perjalanan hajinya ke Tanah Suci.

Pelunasan ongkos haji ini, diperolehnya dengan menabung di sebuah bank swasta di Kota Kediri selama bertahun-tahun. Dari sinilah, akhirnya dia memberanikan diri membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 36 juta per orang.

Dana ini dibayarkannya, dengan membayar uang muka haji senilai Rp 25 juta. Kemudian sisa biaya haji lainnya dilunasi secara langsung atau tanpa mengangsur. “Alhamdulillah, segala prosesnya dimudahkan oleh Allah SWT. Saya tidak menemui kendala apa pun dan peran pemerintah sangat membantu,” katanya.

Meskipun pada musim haji ini, dikhawatirkan cuaca panas bakal menjadi kendala bagi para jamaah asal Indonesia di Tanah Suci, dia mengaku tak khawatir. Ia juga meyakini bahwa Sang Khalik, akan memberikan perlindungan dan kesehatan secara jasmani dan rohani.

Bahkan, sebelum berangkat ke Tanah Suci, pada saat ini Sukarman tidak membawa obat-obatan maupun vitamin apa pun. Hal ini lantaran ia meyakini, saat ini dia dalam kondisi sehat dan tidak menderita penyakit berisiko tinggi.

Ke depan, dia hanya berharap, ibadah hajinya berjalan dengan baik dan dapat kembali ke tengah keluarga dalam kondisi yang sehat walafiat. Semoga menjadi haji yang Mabrur, Pak Sukarman. (AYU CITRA SR/AZT)

Editor: Aziz Tri P