Sidik Nuralim, Mendulang Emas dari Hobi Nge-Trail

pengusaha apparel
Outlet apparel milik Sidik Nuralim di area Latihan Bersama Komunitas Trail Kediri (KTK) dengan anggota Polres Kediri. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Berkembangnya olahraga otomotif di Kota Kediri dan sekitarnya mendatangkan berkah tersendiri bagi pengusaha apparel (kelengkapan fashion motor trail, red).

Bahkan sektor usaha tersebut, seolah telah menjadi lahan industri yang menjanjikan bagi pebisnis asal Blitar, bernama Sidik Nuralim.

Saat ditemui pada Latihan Bersama Komunitas Trail Kediri (KTK) dengan anggota Polres Kediri, pelaku usaha yang akrab disapa Sidik ini mengaku, telah melakoni bisnis berdagang produk apparel sebelum menikah. Lebih tepatnya, sekitar 15 tahun lalu hingga telah memiliki keluarga seperti sekarang.

Bagi pria penghobi motor trail ini, bisnis apparel telah mensejahterakan ekonomi keluarganya, karena menumbuhkan pundi-pundi rejeki yang tak pernah putus.

Hal ini lantaran, pihaknya memiliki langkah jitu dalam berjualan, yakni selalu membuka lapak tatkala ada event motor trail di berbagai daerah di Jawa Timur, baik di Kediri maupun di Blitar.

“Keberhasilan berbisnis apparel ini karena saya selalu mendapat dukungan langsung dari Sang Istri dan keluarga. Bahkan istri saya juga turun langsung saat melayani pembeli,” kata Sidik pada Sureplus.id di Lapangan Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Selasa (31/7/2018).

Di samping itu, perkembangan usahanya ini juga dipengaruhi patokan harga barang yang terjangkau. Kisaran mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per unit.

Umumnya, berbagai barang ini didatangkan langsung dari produsen apparel motor trail asal Bandung. Dari beragam produk ini, konsumen banyak meminati sejumlah barang. Seperti, kaos anak maupun dewasa, pelindung lutut, dan pelindung siku, topi, sepatu, serta kelengkapan lainnya.

Terkait segmentasi konsumen, lanjut Sidik, pihaknya tidak menargetkan pasar tertentu. Akan tetapi, dominasi pembeli produk ini berasal dari pengendara motor trail usia 40 tahun ke atas. Tak jarang, juga ada pula beberapa penghobi dari usia anak-anak. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono