UKM Efektif Atasi Problem Ketenagakerjaan di Indonesia

Miming Merina, pengusaha dan pendamping UKM, saat hadir sebagai salah satu nara sumber dalam Forum Inspirasi Bisnis di Meeting Room Auto 2000 Kertajaya, Surabaya. FOTO : SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS: Saat krisis moneter menggulung beberapa negara di dunia, Indonesia, meski mengalami goncangan hebat, terbukti tetap mampu bertahan. Beberapa negara lain babak belur bahkan nyaris bangkrut.

“Indonesia memiliki sumber daya yang beragam. Bukan hanya minyak, bukan hanya pertanian,” kata Miming Merina, pengusaha dan pendamping UKM, saat hadir sebagai salah satu nara sumber dalam Forum Inspirasi Bisnis di Meeting Room Auto 2000 Kertajaya, Surabaya, Sabtu (28/7/2018).

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini, ia mengingatkan, Indonesia mampu bertahan dan bangkit karena sumber daya alam dan manusianya. “Salah satunya karena keberadaan sektor riil, usaha kecil menengah (UKM),” tegasnya.

Alumnus FISIP Universitas Airlangga dan Magister Manajemen UPN Veteran Jawa Timur ini menjelaskan, UKM terbukti mampu menghidupkan kembali sendi-sendi ekonomi Indonesia. Karena UKM dan sektor riil berhubungan langsung dengan pasar, tidak lewat barang impor yang saat itu harganya melambung.

Oleh karena itu, kata Miming, bukan tanpa alasan jika pemerintah terus berupaya memajukan iklim kemandirian ekonomi rakyat lewat laju UKM.

“Di Jawa Timur saja, jumlah mereka yang menekuni dunia UKM terus meningkat. Jika tahun 2012 jumlah UKM mencapai 6.825.931 orang, dimana 4,1 juta di antaranya adalah UKM Pertanian, dan sisanya non pertanian, maka berdasar sensus 2016, jumlah UKM mencapai 9,59 juta,” jelasnya.

Angka ini dibagi dalam dua kelompok, 4,98 juta pertanian dan 4,61 juta non pertanian. Dan dalam kurun waktu empat tahun itu ada peningkatan jumlah UKM hingga 2,77 juta.

Dari sisi SDM atau ketenagakerjaan, peran UKM malah tidak diragukan lagi. Miming memberi ilustrasi, tahun 2016, jumlah UKM mencapai 9,59 juta. Jika satu UKM mampu menyerap tiga tenaga kerja, maka jumlah tenaga kerja yang dapat tercukupi kebutuhan hidupnya mencapai 28,8 juta jiwa.

“Jelas keberadaan UKM mampu menjadi penopang utama perekonomian di Jawa Timur,” tandasnya di depan peserta forum yang sebagian besar berlatar belakang pengusaha dan calon pengusaha UKM itu.

Selain Miming, hadir sebagai pembicara Siti Huraira, pendiri sekaligus Creative Director Huraira Leather Bag, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi tas fashion berkualitas di Surabaya. Lalu Atiek Triningsih, salah satu motor KUB Mampu Jaya, sebuah unit usaha mandiri di kawasan Dolly, Surabaya. Forum dimoderatori Hendro D. Laksono, editor Sureplus.id. (HDL)

Editor : Hendro D. Laksono