Kelompok Akar Tumbuh Gelar Pameran Temu Rose

Lelyana Kurniawati, salah satu anggota Kelompok Akar Tumbuh berpose di depan karyanya yang terbuat dari keramik dalam pameran seni rupa Temu Rose yang digelar di Genetika Art Space, Green Host Hotel, Jl. Prawirotaman II Yogyakarta. FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI

YOGYAKARTA-SUREPLUS: Kelompok Akar Tumbuh yang beranggotakan empat perempuan yang terdiri dari Caroline Rika Winata, Dona Prawita Arissuta,Fitri Setyaningsih, Lelyana Kurniawati serta Nadiyah Tunnikmah menggelar pameran seni rupa yang mereka beri titel Temu Rose.

Pameran yang digelar di Genetika Art Space, Green Host Hotel, Jl. Prawirotaman II Yogyakarta ini berlangsung sejak tanggal 25 Juli 2018 hingga 2 Agustus 2018 mendatang. Pertemanan menjadi pemantik digelarnya pameran ini.

“Pertemanan yang kami lalui saat ini seperti akar yang sudah tumbuh bertahun-tahun. Tidak ada yang lebih hebat, lebih kuat, lebih bagus. Semua mempunyai bentuk dan kekuatan yang berbeda. Karena itu kami menyebut kolaborasi ini dengan Kelompok Akar Tumbuh,” jelas Nadiyah Tunnikmah, salah satu peserta pameran.

Lebih lanjut, Nadiyah menjelaskan bahwa istilah Temu Rose yang digunakan yakni untuk menjelaskan ciri khas pada ruas daun sirih. “Dalam filosofi Jawa, temu rose mengandung makna ketemu rasanya, ketemu porosnya, ketemu intinya,” papar perupa yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu.

Dalam karya yang dipamerkan kelima perupa ini memiliki konsep serta media yang cukup beragam. Sebagai perupa lulusan Jurusan Grafis kerja kreatif Nadiyah Tunnikmah berangkat dari gagasan yang lahir dari imajinasi untuk kemudian diartikulasikan dengan menggunakan medium dan teknik cetak saring di atas kain.

Kemudian Caroline Rika Winata yang merupakan lulusan Jurusan Kriya Batik tetap memilih media seni serat. Dalam karyanya ini perempuan asal Bandung itu mengusung isu-isu mengenai problematika perempuan. Sementara Donna Prawita Arissuta memiliki gaya ungkap dengan menggunakan drawing dan keramik yang dibingkai dengan pigura tiga dimensi. Lalu Fitri Setya Ningsih yang memiliki latar belakang sebagai seorang koreografer mengakomodasi gagasannya dengan tiga jenis medium yakni tari, instalasi dan fotografi.

Sedang Lelyana Kurniawati yang dikenal sebagai seniman keramik memiliki gagasan yang menampilkan kepala-kepala perempuan yang pada bibir dan pelipisnya ditumbuhi oleh kuntum-kuntum bunga. “Bunga berasosiasi dengan kebaikan, keindahan, keharuman sebagai harapan nuansa relasi antara manusia dan alam,” ucap Lely, sapaan akrab Lelyana Kurniawati.

Pameran Kelompok Akar Tumbuh dengan tema Temu Rose ini adalah salah satu dari 20 kelompok seni rupa yang terpilih dari 94 kelompok seni rupa yang mengajukan proposal kerjasana kepada Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam proses pengajuan ke 94 kelompok seni rupa tersebut diseleksi oleh tim kurator yang terdiri dari Dr. Edi Sunaryo, M.Sn., Bambang Wicaksono M.Sn., dan Terra Bajraghosa M.Sn.

“Kami berharap dengan pameran ini akan dapat memberi ruang kreatif yang menggairahkan untuk perkembangan seni rupa di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Budi Wibowo, S.H., M.M., selaku Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY.(SAHLUL/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas