Banyuwangi Ethno Carnival akan Dimeriahkan Peserta dari Mancanegara

Banyuwangi Ethno Carnival
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang telah ditetapkan sebagai ”Top 10 Calendar of Event 2018” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini akan tampil lebih atraktif dibanding sebelumnya. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI–SUREPLUS: Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang telah ditetapkan sebagai ”Top 10 Calendar of Event 2018” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini akan tampil lebih atraktif dibanding sebelumnya. Para penampil BEC akan dihiasi peserta manca negara.

Kemeriahan parade busana etnik kontemporer yang digelar pada 28-29 Juli ini akan diwarnai penampilan istimewa. Sebanyak 35 wisatawan asing akan menjadi penampil BEC tahun ini. Mereka ada yang berasal dari Jerman, Australia, Kolombia, Turkmenistan, Rusia, Palestina, Tajikistan, Rwanda, Uganda dan Hungaria.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi wisatawan asing yang ingin merasakan pengalaman tampil di ajang BEC lewat media sosial. Kesempatan ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat baik.

“Ada ratusan wisman yang mendaftar, tidak hanya mereka yang sedang berwisata di Banyuwangi tapi juga di daerah lain seperti Bali dan Surabaya. Lalu kami pilih 35 orang. Mereka akan mengenakan beragam busana khas Banyuwangi,” jelas Bramuda, Jumat (27/7/2018).

Selain itu, BEC akan makin seru dengan penampilan 100 penari gandrung, sendra tari, dan puluhan musisi Banyuwangi yang terkenal dengan lagu berbahasa Osing.

Agenda utama BEC akan digelar pada Minggu, 29 Juli. Tahun ini, BEC akan memberikan suasana baru bagi penonton. Mulai dari tema busana yang lebih beragam hingga konsep karnaval baru yang akan diperkenalkan.

Parade fesyen etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tersebut akan digelar pukul 12.00 dengan titik start dari areal Taman Blambangan, Jalan Veteran.

Tahun ini, BEC mengangkat tema “Puter Kayun”, tradisi para leluhur warga Boyolangu Banyuwangi menaiki delman hias menuju Pantai Watu Dodol untuk menggelar selamatan pada hari kesepuluh bulan Syawal.

Tema besar Puter Kayun ini lalu dipecah menjadi 10 sub tema yang dituangkan dalam 120 busana etnik. Setiap sub tema akan dibuatkan satu panggung khusus di sepanjang rute. Jadi, penonton bisa mengeksplorasi setiap sub tema yang ditampilkan, bisa menjelajah satu panggung ke panggung lainnya.

Para peserta di BEC akan menempuh rute sepanjang 2 KM. Dimulai dari titik start di Taman Blambangan melewati Jalan Susuit Tubun menuju ke Jl. PB Sudirman. Sampai di Simpang Lima peserta lanjut ke Barat menuju titik finish Stadion Diponegoro di Jl. Jaksa Agung Suprapto. (HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas