Upsus Siwab Kabupaten Situbondo Capai 91 Persen

Warga antusias mengikuti Kontes Ternak Situbondo atau Situbondo Cattle Contest, sebuah event tahunan yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan didukung Pemkab Situbondo dan Kementerian Pertanian. FOTO : SITUBONDOKAB.GO.ID

SITUBONDO-SUREPLUS : Kontes Ternak Situbondo berakhir sudah. Event tahunan yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan didukung Pemkab Situbondo dan Kementerian Pertanian itu resmi berakhir Kamis (26/7/2018). Meski begitu, gelaran 24-26 Juli 2018 ini menyisakan banyak catatan menarik.

Di antaranya, daerah-daerah di Jawa Timur ternyata banyak menyimpan ternak berkualitas. Baik di Kabupaten Situbondo sendiri, hingga daerah-daerah lain seperti Bojonegoro, Probolinggo, Lumajang, dan Bondowoso.

“Kontes kali ini ada terdiri dari 14 kategori lomba untuk sapi dan 4 kategori lomba untuk kambing,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Situbondo, Drs. Aries Marhaento, M. Pd.

Dijelaskan, dalam event rutin yang digelar sejak sembilan tahun lalu ini, beragam kegiatan digelar untuk umum. Mulai dari sarasehan peternakan, lomba mewarnai, pencanangan gemar makan susu dan minum telur, fashion ternak, hingga kicau burung digelar untuk meramaikan kontes.

“Perlombaan ini guna memotivasi para peternak Situbondo untuk lebih memperhatikan kualitas hewan ternaknya. Mulai dari kualitas pakan, kebersihan, hingga kesehatan hewan untuk kemandirian pangan dan agrowisata,” tambahnya, sepeti ditulis di laman situbondokab.go.id.

Menanggapi penyelenggaraan kontes ini, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner PKH Kementan RI, Drh. Samsul Ma’arif menyatakan apresiasinya. Di luar itu, ia juga memuji Situbondo karena program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) mencapai 91 persen, melebihi prosentase provinsi yang berada di 89 persen.

“Kita masih kekurangan daging 220 ribu ton sehingga dipenuhi dengan impor daging. Sehingga pemerintah berupaya menyebarkan bibit unggul ternak dengan murah, mudah, dan cepat dengan cara inseminasi buatan. Program itu disebut Upsus Siwab, dengan harapan tahun 2026 Indonesia sudah mandiri pangan daging,” ungkapnya. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono