Prinsip 4 K, Kunci TPID Kota Kediri Raih Penghargaan Presiden RI

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menerima penghargaan TPID Terbaik Tingkat Kabupaten dan Kota Kawasan Jawa-Bali, yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo. FOTO : AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Prinsip 4 K, menjadi kunci Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dalam mempertahankan predikat sebagai TPID Terbaik Tingkat Kabupaten dan Kota di Kawasan Jawa-Bali tahun 2018.

“TPID Kota Kediri berupaya menjaga 4 K, mulai dari kecukupan pasokan komoditas pangan, keterjangkauan harga pangan, kelancaran distribusi dan komunikasi publik yang efektif,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat menerima penghargaan TPID Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Jawa-Bali, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Pihaknya meyakini, bahwa penghargaan ini juga sebagai hadiah istimewa pada Hari Jadi Kota Kediri ke-1.139 yang jatuh tanggal 27 Juli 2018.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Mas Abu menambahkan, ke depan Presiden RI menargetkan tingkat inflasi nasional di angka 1 atau 2 persen. Oleh karenanya, jika memiliki pertumbuhan ekonomi 5 koma, maka ke depan daerah ini ada selisih 3 persen.

“Maka ke depan, masyarakat bisa leluasa untuk membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” katanya.

Pihaknya juga mengucapkan, terima kasih kepada seluruh OPD dan instansi yang tergabung dalam TPID. Mulai dari Bank Indonesia, BPS, Bulog, Kadin yang telah telah bekerja keras menjaga kestabilan harga di Kota Kediri. Di samping itu, juga para pemasok yang telah bekerja sama dengan TPID setempat.

“Mudah-mudahan seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah dan masyarakat Kota Kediri terus bersinergi untuk menekan inflasi di Kota Kediri,” katanya.

Perlu diketahui, lanjut dia, pada tahun 2017 angka Inflasi Kota Kediri sebesar 3,44 persen, atau lebih rendah dari inflasi Jawa Timur sebesar 4,04 persen dan inflasi nasional sebesar 3,61 persen.

Tingkat inflasi 2017 di kota ini, lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 disebabkan faktor biaya listrik naik pada awal tahun. Lantaran, pemerintah mencabut subsidi listrik pada Januari 2017 untuk pelanggan kategori 900 VA yang dianggap mampu, dan pencabutan dilakukan secara bertahap pada Juni 2017 dengan total perubahan harga listrik hingga 33 persen.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi 6 persen di awal tahun. Termasuk kenaikan biaya perpanjangan STNK dengan perubahan harga mencapai 106 persen juga menyumbang inflasi.

Sementara itu, hadir dalam acara ini Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, Plt Kepala Barenlitbang Kota Kediri, Edi Darmasto dan sejumlah kepala daerah penerima penghargaan.

Beberapa kategori dalam penghargaan ini yaitu kategori TPID Terbaik tingkat Kabupaten/Kota yang didapatkan Kota Padang, Kota Kediri, Kota Samarinda, Kota Makassar, dan Kota Ternate. Lalu untuk Kategori TPID Terbaik tingkat Provinsi diraih oleh Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara, Kategori TPID berprestasi tingkat Kabupaten dan Kota diraih oleh Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Bangli, Kabupaten Banjar, Kota Bitung, Kabupaten Manggarai Timur. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono