Aerial Fogging System, Tingkatkan Produktivitas Susu Sapi Perah

Produksi susu sapi
Tiga mahasiswa FKH Unair yang menciptakan inovasi aerial fogging berbasis animal welfare untuk meningkatkan produktivitas susu sapi perah di Indonesia. FOTO: DOK PKM-C UNAIR

SURABAYA-SUREPLUS: Produksi susu sapi di dalam negeri belum mampu memenuhi meningkatnya konsumsi susu secara nasional. Hal itu merupakan salah satu PR terbesar bagi pemerintah dan juga industri peternakan. Apa permasalahannya?

“Ini akibat dari kondisi usaha peternakan sapi perah di Indonesia yang belum memenuhi kriteria standar peternakan. Termasuk persoalan musim, khususnya di musim kemarau ketika iklim Indonesia tegolong tropis dengan kisaran suhu 18 hingga 38 derajat Celcius,” kata mahasiswa Fak Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Zulfan Adzhar.

Menurut Zulfabn, suhu 18 hingga 38 derajat Celcius itu mengakibatkan sapi-sapi perah yang ada di Indonesia menglami cekaman panas. Misalnya, pada sapi perah jenis Fries Holstein dan pada dasarnya bisa menyebabkan heat stress dan dapat menurunkan produktivitas susu sapi perah.

Berdasarkan permasalahan itulah, Zulfan Adzhar bersama dua rekannya, Abi Farhan Ramadhan, dan Iollanstallza Simangunsong yang sama-sama berasal dari FKH Unair, membuat terobosan teknologi dengan sistem aerial fogging berbasis animal welfare untuk mendukung produktivitas susu sapi di Indonesia.

Dikutip dari Press Release Humas Unair yang diterima Redaksi Sureplus.id, Rabu (25/07/2018), di bawah bimbingan drh Hana Eliyani M Kes., staf pengajar FKH Unair, penelitian tiga mahasiswa dipaparkan dalam proposal berjudul ‘Aerial Fogging System Berbasis Animal Welfare pada Peternakan Sapi Perah dalam Mendukung Produktivitas Susu di Indonesia’.

Hebatnya, propsal tersebut diterima oleh Kemenristekdikti dan mereka berhak memperoleh dana pengembanganan program PKM tahun 2018. Kreativitas karya ketiga mahasiswa FKH Unair tersebut masuk dalam Bidang PKM Karsa Cipta (PKM-KC).

Dijelaskan oleh Zulfan Adzhar selaku ketua tim PKM-KC ini, prinsip kerja alat menggunakan sistem aerial fogging ini adalah dengan memanfaatkan kabut yang terkumpul dalam jerigen yang telah berisi alkohol 98 persen sebanyak 1 liter.

Alkohol ini sebagai tambahan bahan pendingin untuk meminimalisir kerusakan ozon dengan penggunaan prinsip penguapan. Evaporasi memanfaatkan aerial fogging ini sebagai alat evaporator melalui pengaturan pada Control Aerial System dengan durasi waktu tertentu.

Pengaktifan fogger dapat disesuaikan dengan timer maupun secara manual dengan pemutaran katup atau dengan pengaturan computer control system yang telah terpasang sensor suhu ruangan, dan membandingkannya dengan suhu stress sapi perah.

”Ketika sensor suhu yang mendeteksi suhu ruang melebihi standar suhu stress sapi perah, maka micro controller akan aktif dan water pump akan bekerja mengalirkan mixing air tampungan dan alkohol 95 persen menuju aerial spraying,” kata Zulfan.

Jadi mixing air dan alkohol itu yang nantinya akan disemprotkan ke area kandang sapi hingga suhu kandang sesuai dengan standar suhu sapi yang stress, dan sebelumnya sudah di-setting. “Sehingga diharapkan tingkat stress sapi akan turun dan berdampak pada peningkatan produksi susunya,” kata Zulfan Adzhar. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P