Penuhi Listrik Industri di Sulawesi, PLN Rangkul 18 Investor

Seremoni penandatanganan perjanjian transaksi listrik antara PLN dengan 13 investor Sulawesi di Jakarta. Di antaranya dengan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, PT Ceria Nugraha Indotama, PT Macika Mineral Industri, hingga PT Gorontalo Minerals. FOTO : PLN.CO.ID

JAKARTA-SUREPLUS : Dunia industri di Sulawesi, khususnya pengolahan dan pemurnian mineral logam berbahan nikel, dipastikan makin progresif. Karena PLN sudah menandatangani kontrak 2.029 MVA dengan 18 investor untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tenggara Sulawesi.

Saat ini, PLN berhasil menambah daya listrik 739 MW dari pembangkit yang beroperasi. Didukung tambahan 1.460 MVA gardu induk dan 815 kms transmisi yang memperkuat sistem kelistrikan. Rencananya, angka ini akan terus bertambah dalam 10 tahun ke depan.

“Dengan progres pembangunan yang baik ini menjadikan Sulawesi memiliki cadangan daya yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan investasi di sektor industri termasuk industri smelter,” jelas Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda, di sela acara penandatanganan transaksi listrik dengan para investor di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Kepastian pasokan listrik yang disampaikan dalam acara bertajuk ‘Welcome to Celebes’ ini langsung disambut baik oleh para investor.

Hari itu, seperti dikutip di laman pln.co.id, PLN kemudian menandatangani perjanjian transaksi listrik dengan 13 investor di Sulawesi. Pada tahap berikutnya juga akan dilakukan dengan melibatkan lima investor lagi. Secara teknis para investor ini nantinya akan membangun smelter, kawasan industri, kawasan perumahan, hingga pengolahan LNG.

“Dari 18 investor ini, total listrik yang dapat diserap mencapai 2.029 MVA. Melalui penandatanganan ini PLN berkomitmen menjamin pasokan listrik untuk para pelanggan dan pelanggan juga berkomitmen untuk selalu menjadikan PLN sebagai rekan kerja,” kata Huda yang dulu sempat aktif sebagai General Manager PLN Disjaya ini.

Dalam kesempatan itu, Huda juga mengucapkan selamat kepada pelanggan industri. Ia mengatakan, ke depan, kerja sama antara PLN dan sektor industri dapat semakin meningkat dan memberikan berkat untuk banyak pihak.

Program PLN untuk energize industri ini kemudian mendapat pujian dari beberapa pihak. Di antaranya Bupati Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

“Apa yang dilakukan PLN ini merupakan reformasi birokrasi dalam bidang pelayanan. Kunci untuk mengentaskan kemiskinan serta memperoleh pendidikan dan ekonomi yang memadai adalah PLN. Dengan listrik dari PLN maka terwujud semua itu,” katanya. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono