Pembangunan Monumen Kapsul Waktu Capai 74 Persen

Pembangunan Monumen Kapsul Waktu
Proyek Monumen Kapsul Waktu ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Kapsul waktu tersebut berisi mimpi-mimpi dan harapan anak-anak tentang Indonesia 70 tahun mendatang dan akan dibuka pada 2085. FOTO: PU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Pembangunan Monumen Kapsul Waktu di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua tengah dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kapsul waktu tersebut berisi impian dan harapan anak-anak Indonesia akan Indonesia 70 tahun mendatang. Sebelumnya dibawa secara estafet mulai dari Aceh ke seluruh provinsi, dan berakhir di Kabupaten Merauke, Papua pada bulan Desember 2015 lalu.

“Ide pembangunan monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu berasal dari Presiden Jokowi pada HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015, Kapsul waktu tersebut akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang. Kami ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Dikutip dari Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR di situs pu.go.id, Selasa (24/07/2018), pembangunan monumen tersebut dilakukan tahap I pada tahun 2016 berupa pekerjaan pondasi dengan anggaran Rp 7 miliar.

Kemudian pekerjaan dilanjutkan tahap II sejak Juli 2017 dan direncanakan selesai Desember 2018, dengan biaya konstruksi sebesar Rp 82,9 miliar melalui anggaran Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Nindya Karya. Saat ini progres fisik telah mencapai 74 persen dan ditargetkan rampung pada bulan Oktober 2018.

Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah, sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat. Luas kawasan 2,5 ha terdiri dari 1 ha adalah area monumen dan 1,5 ha digunakan sebagai alun-alun.

Desain arsitektur monumen dibuat oleh arsitek Indonesia Yori Antar yang juga terlibat dalam desain arsitektur infrastruktur PUPR lainnya. Angka 17, 8, dan 45 dipilih menjadi angka-angka kunci ukuran monumen. Monumen memiliki lebar 17 meter, tinggi 8 meter dan panjang 45 meter.

Lima akses masuk bangunan tugu kapsul juga memiliki arti yakni lima suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu yang menjaga tugu kapsul waktu. Monumen ini bukanlah konstruksi biasa, tetapi merupakan karya seni sejarah yang diperuntukan untuk generasi penerus bangsa.

Arsitektur monumen juga mengadopsi unsur budaya Papua, dimana Kapsul Waktu akan ditempatkan d iatas bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P