Menangi Kompetisi, Kecepatan Hyperloop Mahasiswa Munich Tembus 457 Kilometer Per Jam

Warr Hyperloop. FOTO: BBC

SURABAYA-SUREPLUS: Perusahaan luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX kembali membuat kompetisi kendaraan transportasi supercepat, Hyperloop pada 23 Juli di markas mereka di California, AS.

Kali ini, tes diikuti tim-tim dari mahasiswa teknik di seluruh dunia. Namun, usai melakukan tes, ada tiga tim yang tampil dalam jajaran tiga besar. Ketiga tim itu adalah Technical University of Munich (Jerman), Delft University of Technology (Belanda), dan EPFL (Swiss). Dalam tes tersebut, masing-masing tim membawa prototipe pod Hyperloop-nya sendiri untuk diuji kecepatannya.

Dari rangkaian tes yang dilakukan, tim mahasiswa University of Munich memenangkan lomba ini. Pod Hyperloop yang mereka rancang itu mencatat kecepatan hingga 457 kilometer per jam (290mph) di jalur uji 1,2 km atau 0,75 mil.

Pod Hyperloop yang diberi nama Warr Hyperloop ini mengalahkan mengalahkan kapsul para pesaingnya. Kendaraan berbentuk kapsul ini menjadi yang tercepat setelah kapsul buatan mahasiswa teknik Delft University hanya memiliki kecepatan 88 mil per jam, dan EPF Loop milik EPFL yang berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 55 mil per jam. Kecepatan Warr Hyperloop ini juga memecahkan rekor kecepatannya sendiri (323 km/jam) yang diukir pada tes pertama tahun 2017 lalu.

Kemenangan ini merupakan yang ketiga berturut-turut bagi tim Technical University of Munich. Sebelumnya, dua kali tim ini memenangkan kompetisi yang sama.

Kompetisi ini sendiri bertujuan untuk menyempurnakan teknologi yang dapat mendukung sistem transportasi super cepat dan futuristik. Idenya, dengan mengendarai hyperloop, seorang penumpang akan berada di dalam kapsul yang berjalan dengan kecepatan sangat tinggi menyusuri terowongan tertutup.

Sebagai informasi, gagasan hyperloop telah ada selama beberapa dekade lalu, dan telah disempurnakan oleh pengusaha teknologi milik Elon Musk pada tahun 2012. SpaceX sendiri berharap agar polong ini bisa berjalan di sepanjang terowongan dengan kecepatan lebih dari 1.000 km per jam.

Meski menuai kritik dan kekhawatiran tentang biaya besar dalam membangun proyek ini, serta pertanyaan seputar tuntutan teknisnya dapat apakah dapat dipenuhi.
Perusahaan SpaceX milik Elon Musk sendiri telah menjalankan serangkaian kompetisi untuk mendorong pengembangan konsep tersebut.

Kompetisi sebelumnya terakhir ini berbeda dengan sebelumnya. Karena semua pod yang diuji kali ini harus self-propelled. Sebelumnya, pod dapat mengandalkan wahana “pusher” SpaceX yang membantu mereka melakukan perjalanan menyusuri tabung uji.

Pada kompetisi ini Elon Musk turun sendiri dan menghabiskan waktu berbicara dengan tim dan menonton uji coba.

“Ini benar-benar kesempatan pertama untuk menciptakan moda transportasi baru,” katanya kepada situs berita The Verge seperti dikutip dari BBC.

“Itulah yang sebenarnya diinginkan dari kompetisi tersebut. Saya berpendapat, bahwa konsep hyperlooop dapat mengubah kota secara radikal dan cara orang-orang berkeliling,” terangnya.(BBC/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas