Head of Agreement Jadi Bagian Terberat Divestasi Freeport

Acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema ‘Divestasi Freeport: Kedaulatan Tambang Indonesia’, Senin (23/07/2018) di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika. FOTO: ESDM.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI), maka Head of Agreement (HoA) merupakan pokok-pokok kesepakatan yang selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian lebih rinci. Seperti halnya Sales Purchase Agreement (SPA), Shareholder Agreement (SHA), dan Exchange Agreement.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Aryono menyampaikan hal itu di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema ‘Divestasi Freeport: Kedaulatan Tambang Indonesia’, Senin (23/07/2018) di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di situsesdm.go.id, Senin (23/07/2018), HoA Divestasi Saham PT Freeport Indonesia merupakan dasar kesepakatan yang berisi tentang struktur transaksi divestasi dan nilai transaksi divestasi. Ini merupakan bagian yang terberat dari proses divestasi sebelum melanjutkan ke proses selanjutnya.

Menurut Bambang, HoA sebenarnya merupakan hal biasa dalam dunia bisnis modern. Meski tidak mengikat secara hukum, namun mengikat secara moral. “Di dunia bisnis modern Head of Agreement itu hal yang biasa, dikatakan bundling tidak, tetapi moral bundling itu iya, karena di situ diatur untuk menuju transaksinya bagaimana, harganya bagaimana. Sepanjang itu ditepati oleh para pihak, tentunya akan menjadi bundling,” kata Bambang.

Ia menambahkan, penandatanganan HoA merupakan salah satu prosedur yang harus dilalui dalam divestasi PTFI. “Memang harus seperti itu prosedurnya. Kalau tidak, bagaimana caranya, batas waktu pembayarannya bagaimana, struktur transaksinya bagaimana, kalau tidak diatur dulu, langsung ujuk-ujuk SPA bagaimana, Sales Purchase Agreement ya nggak juga. Maka itu harus ada Head of Agreement,” tambah Bambang.

Lebih lanjut Bambang menegaskan, HoA merupakan salah satu bagian dari proses divestasi, dengan tidak menegasikan proses lain yang harus dipenuhi PTFI. “Smelter kalau tidak dibangun sampai tahun 2022, dia tidak akan bisa juga operasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication and Goverment Relation PT Inalum, Rendy Witoelar menambahkan bahwa HoA merupakan bagian yang terberat dari keseluruhan proses divestasi. Juga merupakan langkah awal untuk penyelesaian proses-proses selanjutnya dari divestasi.

“Kami melihat HoA sebagai light at the end of the tunnel. Jadi ibaratnya kita dalam perjalanan di dalam terowongan yang gelap, dan selama ini tidak terlihat ujungnya dimana. HoA ini adalah secercah yang muncul yang kemudian memberikan harapan, kenapa saya katakan demikian, karena bagaian atau komponen terberat dalam divestasi ini itu sudah terselesaiakan yaitu, harga, dan struktur transaksi,” ujar Rendy. (PRS/AZT)

 Editor: Aziz Tri P