Ciptakan Wealth T-Shirt, Monitoring Pasien Pasca Gagal Jantung

Tim peneliti sedang menyempurnakan rancangan Wealth (Wearable Elekctrocardiograph T-Shirt), alat yang melakukan monitoring pasien pasca gagal jantung secara wireless dan terintegrasi dengan internet. FOTO: DOK PKMPE

SURABAYA-SUREPLUS: Ada inovasi menarik dibuat tiga mahasiswa Prodi Teknik Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Prototype tersebut dinamakan Wealth (Wearable Elekctrocardiograph T-Shirt) atau alat yang mampu melakukan monitoring pasien pasca gagal jantung secara wireless dan terintegrasi dengan internet.

Tiga mahasiswa kreatif tersebut, Ahmad Nurianto, bersama dua rekannya Difa Fanani Ismayanto dan Ahmad Alif Robit Alhazmi. Apa fungsi Wealth tersebut? Prototype terebut diharapkan mampu menurunkan angka gagal jantung di Indonesia.

Dikutip dari Press Release Humas Unair yang diterima Redaksi Sureplus.id, Selasa (24/07/2018), karena alat tersebut mampu melakukan monitoring pasien pasca gagal jantung secara wireless dan terintegrasi dengan internet, maka bisa diakses oleh tenaga medis secara real time, dimana dan kapan saja.

Menurut Ahmad Nurianto, Ketua Tim dalam Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) ini, Wealth juga dilengkapi penyadap sinyal fabric electrode, berupa elektroda yang diletakkan pada T-Shirt yang membuat pasien bisa nyaman dalam beraktivitas, termasuk berolahraga.

”Sehingga kondisi jantung pasien pasca gagal jantung ini dapat lebih baik, harapaan kami dapat menekan tingginya angka kematian akibat penyakit gagal jantung di Indonesia,” tandas Ahmad Nurianto.

Dibimbingan Dosen FST Unair, Akif Rahmatillah, keberhasilan tim membuat prototype ini membuat mereka berhak mendapat dana hibah penelitian dari Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018.

Menurut Ahmad Nurianto, Heart Failure atau gagal jantung merupakan suatu kondisi ketika jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah untuk dialirkan, guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrien dan oksigen secara adekuat.

Pasien pasca gagal jantung, atau pasien yang sudah pernah mengalami gagal jantung, perlu melakukan olahraga yang teratur berupa latihan fisik. Daya kerja otot-otot jantung yang mengerut akibat mengalami gagal jantung dapat diperbaiki kembali saat pasien melakukan aktifitas fisik.

Namun karena jarak serta kondisi penderita yang tidak bisa melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit, maupun bertemu dokter secara langsung pasca berolahraga, membuat dokter sulit untuk melakukan monitoring kondisi pasien.

Selain itu alat yang digunakan monitoring kondisi jantung (elektrokardiograf) memiliki beberapa kekurangan, antara lain harga yang mahal, dimensi besar, dan gel elektroda yang membuat beberapa individu merasa tidak nyaman dan dapat membuat alergi pada kulit.

”Tim kami berharap dari alat ini nanti akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya oleh tenaga medis serta pasien pasca gagal jantung. Ini sebagai upaya untuk menekan angka kematian akibat gagal jantung. Ke depanjuga akan kami publikasikan pada jurnal internasional yang terindeks Scopus,” kata Ahmad Nurianto. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P