Tahun 2025, Target Bauran EBT Tetap 23 Persen

Pemanfaatan Rooftop Solar Photovoltaic (PV) atau rooftop panel surya digencarkan, untuk mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025. FOTO: ESDM.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Komitmen target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025, tetap dijalankan pemerintah. “Komitmen 23 persen itu kita tidak ubah sampai hari ini, yaitu tetap di tahun 2025,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di hadapan anggota Komisi VII DRP RI pada rapat kerja, Kamis (19/07/2018) lalu.

Dikutip dari Tim Komunikasi ESDM di esdm.go.id, Minggu (22/07/2018), komposisi bauran EBT sebesar 23 persen terdiri dari sektor pembangkit tenaga listrik dan juga di sektor transportasi. Sampai saat ini, komposisi bauran EBT, khususnya pembangkit listrik, baru mencapai 13 persen. Maka untuk mencapai target 23 persen bukanlah suatu hal yang mudah.

“Menurut saya tidak mudah untuk mencapai 23 persen. Sekarang ada beberapa hal yang sudah dijalankan, dan harapannya nanti mencapai lebih dari 20 persen,” kata Jonan.

Ia berpendapat, target tersebut dapat terpenuhi. Diungkapkan Jonan, Kementerian ESDM telah melakukan beberapa inisiatif untuk mencapai target bauran EBT. Termasuk mendorong PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer (IPP) untuk masuk ke pembangkit energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Sedangkan inisiatif lainnya, Jonan telah meminta PLN mengganti seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas 3.200 megawatt (MW), menggunakan 100 persen minyak kelapa sawit. “Kalau memakai 100 persen minyak kelapa sawit, bisa dalam lima tahun ke depan, nantinya bauran energi terbarukan bisa bertambah 5 persen,” jelas Jonan.

Inisiatif baru lainnya adalah penggunaan Rooftop Solar Photovoltaic (PV) atau rooftop panel surya. Jonan mengusulkan untuk menerapkan penggunaan rooftop panel surya kepada konsumen PLN jenis tertentu, seperti rumah tangga golongan 1 (R1) hingga R4 dan juga golongan bisnis.

“Kalau ini ditawarkan ke pelanggan PLN yang golongannya itu R, R1 mungkin sampai R4, dan mungkin bisa golongan bisnis. Mungkin dalam lima hingga 10 tahun bisa tambah 10.000 MW, itu bisa nambah lebih dari 5 persen, selesai sudah kerjaan saya yang 23 persen,” kata Jonan.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2018-2027. Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025. Untuk Batubara sebesar 54,4 persen, EBT 23,0 persen, Gas 22,2 persen dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4 persen. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P