Khofifah: Bandara Kediri Idealnya Layani Haji dan Umroh

Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Tasyakuran Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Terpilih, serta Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) di Kabupaten Kediri. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur Terpilih, Khofifah Indar Parawansa meminta pemda setempat dan pihak terkait menyiapkan Bandara Kediri agar siap melayani penerbangan haji dan umroh. Khususnya bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya.

“Sesuai informasi dari Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno, agenda peletakan batu pertama Bandara Kediri, dimulai Maret tahun 2019. Sementara, pembangunan bandara ini butuh waktu sekitar 2 tahun lamanya,” kata Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Tasyakuran Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Terpilih, serta Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH), di Kabupaten Kediri, Senin (23/7/2018).

Dengan demikian, jelang selesainya pembangunan Bandara Kediri pada tahun 2021, Khofifah juga meminta agar masyarakat setempat untuk mempersiapkan diri menjadi Tuan Rumah di daerahnya.

“Pembangunan bandara ini diyakini, akan menimbulkan multiplayer effect luar biasa bagi perkembangan ekonomi di kawasan ini. Saat itulah, masyarakat asal Kediri diharapkan bisa menjadi Tuan Rumah di daerahnya,” katanya.

Oleh karenanya, warga asli Kediri terutama generasi muda, harus mulai meningkatkan kualitas SDM mereka. Kondisi itu, lantaran pada dua tahun mendatang, akan ada banyak kemajuan ekonomi di Kediri dan sekitarnya.

Dia khawatir, apabila masyarakat setempat tidak segera berbenah dan memperbaiki kompetensinya maka mereka bakal tergerus dengan perkembangan zaman tersebut.

Di lain pihak, Khofifah juga meminta secara langsung kepada Pemkab Kediri. Khususnya dari Dinas Pendidikan setempat agar menambah sarana bagi pelajar SMK.

Hal ini dinilai penting, karena pada masa sekarang pendidikan dan keterampilan vokasi sangat dibutuhkan oleh dunia kerja. Bahkan termasuk oleh berbagai sektor usaha, yang akan terbentuk di sekitar bandara Kediri.

“Misalnya saja di bidang kuliner, perhotelan, pariwisata, dan sektor jasa lainnya,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan bandara di Kediri yang didanai oleh salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia tersebut, bakal dilengkapi landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter.

Dengan infrastruktur ini pula, lanjut Khofifah, dipercaya bandara yang diwujudkan untuk mengurangi kepadatan penumpang di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo tersebut, akan ideal sebagai lokasi pendaratan sejumlah pesawat berukuran besar, misalnya saja pesawat jenis Airbus, sehingga dinilai layak untuk memberangkatkan calon jamaah haji maupun umroh dari Kediri dan sekitarnya.

“Ke depan, sebelum dimulainya ground breaking pada Maret 2019, kami berharap Pemkab Kediri sudah membangun Asrama Haji di kawasan serupa. Dengan begitu, di Jatim akan ada 3 embarkasi haji, antara lain Surabaya, Jember, dan juga Kediri,” katanya. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono