Kemenperin Gelar Innofest, Kolaborasi Inovasi Industri 4.0

Gelaran Innofest 2018 merupakan salah satu penerapan Revolusi Industri 4.0 di Tanah Air. Tampak Presiden Jokowi saat peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0, April 2018 lalu. FOTO: @KEMENPERIN

JAKARTA-SUREPLUS: Kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku industri dan akademisi, terus diperkuat oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Hal itu penting untuk mengakselerasi penerapan Revolusi Industri 4.0 di Tanah Air, sesuai langkah strategis yang tertuang di peta jalan Making Indonesia 4.0.

Implementasinya, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin akan menggelar kegiatan yang bertajuk Innofest dengan mengangkat tema ‘Building Innovation Ecosystem for Making Indonesia 4.0’ pada Selasa (24/07/2018) hingga Jumat (27/07/2018) di Gedung Kemenperin, Jakarta.

“Acara tersebut dihadiri para asosiasi dan pelaku industri nasional. Mereka selaku pengguna teknologi industri 4.0. Juga ada partisipasi dari Balai Litbang dan unit pendidikan di lingkungan Kemenperin, perusahaan penyedia teknologi, baik skala nasional maupun internasional, serta perwakilan Technopark,” kata Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara, Senin (23/07/2018) di Jakarta.

Dikutip dari Siaran Pers di kemenperin.go.id, Innofest ini bakal dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Pada kesempatan tersebut, Menperin Airlangga rencannya menyerahkan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) kepada 11 perusahaan dalam negeri.

Rangkaian acaranya, selain pameran hasil inovasi di sektor industri, juga bakal digelar seminar internasional untuk memberikan gambaran penerapan model bisnis dan teknologi industri 4.0. Paparannya disampaikan oleh konsultan dan praktisi industri yang kompeten dan terlibat langsung pada bidang tersebut.

Narasumber yang telah diundang, antara lain dari Boston Consulting Group Indonesia, Schneider Electric Indonesia, Advanced Remanufacturing and Technology Center (ARTC) Singapura, serta Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) Taiwan.

“Selain itu, kami laksankan talkshow dengan menghadiri pembicara dari perusahaan penyedia dan pengguna teknologi industri 4.0 seperti Qualcomm, ABB Indonesia, Pumas Automation, PT Leap Machinery Indonesia, Clearpack, Auk Industries, PT Solusi, dan Transicom Engineering,” lanjut Ngakan.

Tak ketinggalan, terdapat pula acara Business Matching yang bertujuan memasarkan temuan yang dihasilkan Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Kemenperin. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan oleh sektor industri atau stakeholder terkait.

“Kami akan mempromosikan enam hasil litbang unggulan dari Balai Besar dan Baristand Industri di lingkungan BPPI,” imbuhnya.

Ngakan meyakini, melalui kegiatan Innofest ini, Kemenperin mendorong pembangunan ekosistem inovasi di sektor industri, yang merupakan bagian program internalisasi dan juga salah satu dari 10 agenda strategi nasional dalam implementasi industri 4.0. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P