Pembawa Obor Asian Games di Banyuwangi

Achmad Zulkarnain dan Spirit Pantang Menyerah

Achmad Zulkarnain
Achmad Zulkarnain bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas setelah ikut membawa api obor Asian Games 2018 saat dikirab di Banyuwangi, Minggu (22/07/2018). FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Ada perasaan senang dan bangga terpancar di wajahnya. Rasa lelah sejenak sudah berganti dengan rasa lega luar biasa, setelah ia berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Ya, bagi Achmad Zulkarnain, terpilih membawa api obor Asian Games 2018 saat dikirab di Banyuwangi, Minggu (22/07/2018), memunculkan makna besar yang diharapkannya.

“Bagi saya ini adalah sebuah demo, menunjukkan kemampuan seorang difabel. Bagi saya ini bisa meminimalisir pandangan aneh kepada para difabel. Inilah misi penting yang harus saya tampilkan pada kesempatan ini,” kata Zul, panggilan akrab Achmad Zulkarnain.

Zul merupakan penyandang difabel yang berprestasi. Ia tersohor sebagai fotografer profesional dan telah meraih banyak prestasi. Di antara prestasinya, meraih The Best Photo Nice Shoot, Anugerah Gantari Award Metro TV dan Motivator Hellen Keller, Surabaya.

Terpilihnya Zulkarnain pun bukan sekadar memilih seorang penyandang disabilitas. Namun, ada spirit yang besar yang ingin ditampilkan dari sosok pria asal Desa Benelan Kidul, Kecamatan Kabat, Banyuwangi ini. Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Karena prestasi dan semangatnya itulah, Zul pun mendapat kehormatan untuk membawa obor yang menjadi perlambang momen olahraga paling akbar se-Asia tersebut. Obor Asian Games diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada Zulkarnain di depan Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Walaupun kondisi kaki dan tangan Zul tidak sempurna, tapi pria berusia 25 tahun itu tak tampak kesulitan membawa obor yang beratnya mencapai 2 kg tersebut. Dengan semangat, ia menempuh rute sepanjang 500 meter dari depan stadion, hingga sisi selatan Simpang Lima Banyuwangi.

Bobot obor itu sendiri, tak menjadi masalah baginya. “Sepertinya masih lebih berat kamera saya,” kata Zul sembari menunjuk kamera DSLR dengan lensa 70-200.

Sepanjang 100 meter pertama, Zul terlihat berlari-lari kecil diiringi oleh Bupati Anas dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, yang kompak hadir khusus mengawal obor Asian Games tersebut.

Untuk mempermudah perjalanan, di tengah penonton yang berjubel memadati sepanjang perjalanan, Zul harus menggunakan kursi roda sembari menenteng obor tersebut. Bupati Anas dan tokoh masyarakat yang lain bergantian mendorongnya. “Senang banget rasanya. Bisa mewakili Banyuwangi pada event sebesar ini,” kata Zulkarnain usai menjalankan tugasnya.

Zul mengaku mempersiapkan diri secara khusus untuk menjalankan tugas ini. Selain menggunakan celana cukup tebal untuk melindungi kakinya dari gesekan aspal, ia juga rutin berlatih membawa obor. “Latihannya bawa botol air mineral yang besar dan lari-lari kecil di rumah,” katanya.

Kirab obor Asian Games yang melintas di Banyuwangi pada Minggu (22/07/2018) memang terasa spesial. Setelah disemayamkan dan dikirab di Banyuwangi, api obor Asian Games 2018 tersebut kembali melanjutkan perjalanan ‎Torch Relay menuju Bali, Senin (23/07/2018).

“Kegigihan Zulkarnain dengan segala keterbatasannya mampu mengukir prestasi yang luar biasa. Ini pelajaran penting bagi kita, bahwa dengan semangat yang pantang menyerah, apa pun kendala dan hambatannya bisa kita hadapi. Ini sejalan dengan semangat Asian Games agar atlet-atlet yang bertanding terus gigih meraih target preatasi,” kata Bupati Anas.

Perjuangan Zulkarnain untuk bisa menjadi fotografer profesional memang tak semudah membalik telapak tangan. “Saya kenal fotografi ini sekitar empat tahun lalu. Awalnya saya hanya tukang foto KTP di sebuah warnet,” ceritanya.

Kemudian mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini lambat laun mulai mengumpulkan uang untuk membeli kamera sendiri. Dari sanalah ia mulai belajar untuk menjadi fotografer profesional. “Awalnya belajar pada teman-teman, kemudian saya juga dapat kesempatan belajar ke Darwis Triadi School of Photography,” lanjutnya. Sukses untuk Zul. (HENDRO SUCIPTO/AZT)

Editor: Aziz Tri P