Kompetisi Ekrafpreneur Deureuham, Tetapkan Enam Pemenang

Para pemenang Kompetisi Ekrafpreneur Deureuham 2018 berpose bersama Kepala Bekraf, Triawan Munaf beserta perwakilan BNI Syariah. FOTO: BEKRAF.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Enam pemenang kompetisi wirausaha untuk ekonomi kreatif (ekrafpreneur) berbasis syariah, ditetapkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah di acara Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham).

Ekrafpreneur yang mengikuti Deureuham berasal dari kategori umum untuk subsektor kuliner, fashion, kriya, dan desain produk serta kategori teknologi untuk subsektor aplikasi dan game, film dan animasi serta fotografi.

Dikutip dari berita di situs bekraf.go.id, Jumat (20/07/2018),  seleksi Deureuham diawali dengan roadshow dan dilanjutkan bootcamp regional di lima daerah, yaitu Palembang, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, dan Makassar.

Sebanyak 25 ekrafpreneur dari subsektor kuliner, fashion, kriya, dan aplikasi dan game lolos kurasi bootcamp regional dan menjadi finalis Deureuham 2018. Enam pemenang Deureuham adalah Aang, Tri Wahyudi, Elsana Bekti, Indra Rukansyah, Riswahyuni, dan M. Senoyodha Brennaf.

Juara pertama dari kategori umum Aang Fisheries Entrepreneur dari Jakarta yang sebelumnya menjuarai Kick Andy Young Hero 2017. Pemenang dari subsektor kuliner ini menghasilkan produk makanan olahan berbahan dasar ikan, sipetek crispy. Keunggulannya, memberdayakan masyarakat, memanfaatkan sumber daya lokal, dan makanan tinggi kalsium.

Da’i dan pengusaha IT asal Palembang, Tri Wahyudi menjadi jawara dari kategori teknologi. Tri telah menyabet berbagai penghargaan, antara lain Penghargaan Nasional Bidang Wirausaha Kemenpora (2014) dan Juara II Wirausaha Mandiri Kategori Mahasiswa (2009).

Aplikasi yang melayani kebutuhan edukasi dan ibadah untuk muslim ini bersifat edukatif dengan materi sesuai kebutuhan pengguna. Solutif dengan kelengkapan kualitas pelayanan dan fitur. Juga terintegrasi dengan kurikulum berdasarkan index, serta mudah dimanfaatkan.

Juara dua dari kategori umum adalah Elsana Bekti dari Jakarta dengan produk Arane, ecoprint dan natural dye artisan. Arane merupakan clothing line yang dikemas alami dari bahan alam oleh pengrajin lokal. Bekti memberdayakan pengrajin lokal, menggunakan bahan dasar sumber daya alam terbarukan, serta melambangkan sinergi alam dengan manusia.

Indra Rukansyah dari Jakarta mendapat juara dua kategori teknologi melalui produk Kostoom. Indra membuat platform yang menghubungkan penjahit dengan konsumen sekaligus stakeholder fashion lainnya.

Pemenang ketiga dari kategori umum adalah Riswahyuni, ekrafpreneur subsektor kuliner dari Balikpapan. Ris memberdayakan petani salak dengan memanfaatkan buah dan limbah salak sebagai bahan dasar cake salak kilo. Produk kuliner ini, selain berbahan produk lokal dan alami,  juga telah mendapat kualitas PIRT, halal, dan SNI.

Juara III kategori teknologi didapatkan ekrafpreneur asal Jakarta, M. Senoyodha Brennaf, dengan produk halal local, aplikasi komprehensif bagi wisatawan muslim. Aplikasi buatan Seno memudahkan muslim mendapatkan restaurant halal dari 50.000 database. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P