Potensi Besar, Kemendag Dorong Ekspor Produk Organik

potensi produk organik
Kemendag terus mendorong ekspor produk organik. Teh merupakan salah satu produk organik Indonesia yang memiliki peluang besar untuk pasar ekspor. FOTO: BUMN.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Indonesia dinilai memiliki potensi produk organik yang cukup besar untuk mampu bersaing di pasar internasional. Potensi ini harus didukung dengan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menggenjot ekspor produk organik ke mancanegara.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), berkomitmen mendorong eskpor produk organik Indonesia di pasar internasional. Termasuk melalui penyelenggaraan seminar ‘Pemasaran Produk Organik Indonesia’ pada 29 Juni 2018 lalu di Auditorium Kemendag, Jakarta.

Dikutip dari Berita Perdagangan di kemendag.go.id, Jumat (20/07/2018), Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan mengatakan, para pemangku kepentingan dapat berdiskusi untuk memperoleh solusi terbaik, agar produk organik bisa menjadi salah satu produk yang paling banyak diekspor.

“Produk organik Indonesia yang memiliki peluang besar untuk diekspor, antara lain beras, kopi, madu, cokelat, mete, gula aren kelapa, minyak kelapa, udang, teh, dan vanila,” kata Marolop Nainggolan.

Dihadiri lebih dari 70 peserta, seminar tersebut diikuti oleh sejumlah instansi pemerintah, asosiasi produk organik, dan beberapa pengusaha yang menggeluti produk organik. Narasumber yang dihadirkan di antaranya, Kasubdit Lada, Pala, dan Cengkeh, Kementerian Pertanian, Ita Munardini; Wakil Presiden SBU Sertifikasi & Ecoframework PT Sucofindo, Triyan Aidfitri l; dan Presiden Direktur PT Harendong Green Farm, Alexander Halim.

Sedangkan topik yang disampaikan yaitu membahas upaya pengembangan produk organik Indonesia, sertifikasi produk organik Indonesia di pasar internasional, serta perkembangan bisnis produk organik Indonesia.

Besarnya potensi produk organik di Indonesia, ditandai antara lain dengan meningkatnya jumlah petani yang mengelola pertanian organik dari tahun ke tahun. Juga bertambahnya toko produk organik di supermarket dan rumah makan. Termasuk meningkatnya jumlah organisasi pecinta organik serta berdirinya berbagai Lembaga Sertifikasi Organik (LSO).

Menurut Marolop, pasar produk organik dunia tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2018 pasarnya diperkirakan mencapai 161,5 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan 15 persen per tahun. Lima negara produsen utama adalah India, Uganda, Meksiko, Ethiopia, dan Filipina. Sedangkan tiga negara utama pasar produk organik adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P