Bermodal Rasa Pahit, Ismiatin Raih Omzet Selangit

Keripik pare
Ismiatin, pengusaha UMKM Keripik Pare asal Kabupaten Kediri. Di tangannya, buah pare yang pahit diolah menjadi panganan gurih dan menyehatkan. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Menjadi perempuan, bukan berarti tidak bisa membantu suami dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal inilah yang dilakukan Ismiatin, pengusaha UMKM Keripik Pare, asal Kabupaten Kediri.

Sejak beberapa waktu lalu, dia berupaya menjadi pengusaha di bidang kuliner. Kondisi ini diwujudkan dengan seolah menyulap buah Pare, yang memiliki rasa super pahit dan diolah menjadi panganan gurih serta menyehatkan.

“Alhamdililah, dari bahan baku buah yang pahit ini, omzet kami lama-kelamaan menjadi luar biasa,” kata Ismiatin pada Sureplus.id, Sabtu (21/7/2018).

Dari usahanya ini pula, ia berupaya mendorong kaum muda untuk mencoba berwirausaha. Hal ini lebih baik, dibandingkan harus mencari pekerjaan di luar daerah.

“Setiap tahunnya, jumlah lapangan pekerjaan di sejumlah daerah semakin minim. Oleh karena itulah, kaum muda di berbagai daerah harus siap dalam menghadapi tantangan zaman, dan lebih baik menyiapkan diri mereka menjadi seorang pengusaha,” katanya.

Perempuan ulet ini mengaku, dengan berwirausaha maka para generasi muda tidak perlu ke luar daerah, bahkan ke luarr negeri guna mencari lowongan kerja. Namun cukup di dalam kota, membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.

Di sisi lain, meski Ismiatin baru membuka bisnisnya selama tiga bulan terakhir, antusias masyarakat terhadap produk Keripik Pare buatannya sangat besar. Bahkan banyak konsumen asal Kediri dan sekitarnya, yang memborong produknya tersebut di sejumlah pusat oleh-oleh.

“Keberadaan pusat oleh-oleh telah membantu saya dalam hal pemasaran,” katanya.

Sebab, selama ini ada banyak masyarakat yang mengeluh merasa kesulitan mencari oleh-oleh khas Kediri. Hal ini karena mereka harus ke Kota Kediri lebih dulu, guna mendapatkan oleh-oleh khas daerah ini.

Namun, dengan usaha keras dan semangatnya, diapun berhasil membuka pusat oleh-oleh sendiri, yakni dengan menata rumahnya sebagai sentra penjualan oleh-oleh khas Kediri.

“Sampai sekarang, selain Keripik Pare, juga ada produk lain yang kerapkali diborong pembeli. Salah satunya produk camilan berupa Stick Bawang, yang dijual dengan harg terjangkau,” katanya. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono