Inovasi Tani Jagung, Bupati Fadeli Dipuji Pakde Karwo

Tani Jago atau Pertanian Jagung Modern, inovasi Pemkab Lamongan di sektor pertanian yang masuk Top 99 inovasi pelayanan publik Kemenpan-RB. Tak hanya sukses meningkatkan produksi, namun juga meningkatkan rasio pendapatan petani. FOTO: YOUTUBE

LAMONGAN-SUREPLUS: Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan apresiasi kepada Bupati Lamongan, H Fadeli yang dinilainya sudah melangkah menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Di antaranya dengan menggiatkan strategi perdagangan elektronik atau e- commerce di Lamongan. Yaitu penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti lewat internet.

Sedangkan di bidang pertanian, Bupati Lamongan seperti disebutkan Soekarwo, sudah tidak hanya memperhatikan sisi produksi saja, tapi juga sudah memperhatikan pula sisi off- farm, pada usaha pengolahan dan peningkatan nilai tambah hasil produksi.

“Hari ini bupati dan walikota lain harus belajar dari Lamongan, yang masuk dalam top 99 inovasi pelayanan publik. Dari 99 inovasi tersebut, 29 persen dari Jawa Timur. Inovasi ini bisa ada karena suasana aman nyaman damai, dan inovasi tidak bisa hadir dari suasana tekanan dan takut,” lanjut Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, Jumat (20/07/2018).

Pakde Karwo menyampaikan hal tersebut saat puncak Peringatan Hari Koperasi ke-71 Jawa Timur, yang dipusatkan di Lamongan, Jumat (20/07/2018). Bupati Fadeli pun menyebutkan, upayanya tersebut merupakan bagian dari arahan Gubernur Soekarwo, agar daerah terus mengembangkan ekonomi lokal, meningkatkan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Salah satunya melalui Tani Jago atau Pertanian Jagung Modern yang masuk Top 99 inovasi pelayanan publik di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB),” kata Fadeli.

Inovasi tersebut, menurut Fadeli tidak hanya sukses meningkatkan produksi, namun juga rasio pendapatan petani menjadi 2,5. Lebih tinggi dibanding pertanian tradisonal yang hanya 1,9.

Di sisi lain, pada puncak Peringatan Hari Koperasi ke-71 Jawa Timur, di Lamongan terebut, Pakde Karwo menegaskan, perwujudan dari ekonomi kerakyatan itu ada pada koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Maka menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membuat langkah-langkah konkrit, dengan memberikan insentif pada dua sektor tersebut. Ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberikan insentif pada rakyat kecil, yang kalah dalam pertarungan efisiensi. Sebagai bentuk konkrit dari ekonomi kerakyatan,” katanya. (SAHLUL FAHMI/AZT)

Editor: Aziz Tri P