Daerah Diminta Bikin Perencanaan Potensi Pembangkit Listrik

Daerah diminta membuat perencanaan pembangkit listrik sesuai potensinya masing-masing. Tampak pembangkit listrik tenaga angin di Jeneponto di Sulawesi Selasan. FOTO: @KEMENPERIN

JAKARTA-SUREPLUS: Salah satu poin dari draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), Pemerintah Daerah diminta untuk membuat perencanaan pembangkit listrik sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing.

Hal itu dipaparkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dalam Rapat Kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (19/07/2018), seperti dikutip dari berita Tim Komunikasi ESDM di esdm.go.id.

Jonan mencontohkan, jika di suatu daerah memiliki tambang batubara, maka bisa dibuat mine-mouth coal-fired power plant atau pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang. Begitu pula jika terdapat geothermal, maka sebaiknya membangun pembangkit berbasis panas bumi.

“Kalau misalnya kecepatan anginnya tinggi, seperti di Kabupaten Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan maka didorong untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin,” lanjut Jonan.

Lebih lanjut dikatakan Jonan, membuat perencanaan pembangkit listrik berbasis potensi daerah masing-masing bertujuan untuk memenuhi target ketahanan energi nasional. Hal tersebut akan berimplikasi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Jonan menjelaskan, dari kapasitas kelistrikan nasional yang terpasang sekarang sekitar 63.000 MW, sekitar 5 persen atau 3.200 MW, di antaranya menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel, yang akan membuat impor solar semakin meningkat

“Kita menyarankan ini harus diganti, apakah menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan 100 persen dari kelapa sawit, atau energi primer yang lain sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing,” tandas Jonan.

Sebelumnya, Menteri Jonan mengatakan, tiap daerah memiliki karakteristik alam yang berbeda-beda. Maka pembuatan pembangkit energi pun harus disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing daerah, agar lebih optimal.

“Pembuatan energi (pembangkit) harus disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing daerah agar lebih optimal,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di hadapan pejabat eselon I, II dan III di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral Dan Batubara, Ditjen Ketenagalistrikan serta Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi energi.

Jonan menjelaskan, pemerintah terus mendorong PT PLN (Persero) untuk mengoptimalkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), dengan mempertimbangkan efisiensi harga dan menjaga keseimbangan supply dan demand serta status kesiapan pembangkit. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P