Realokasi Anggaran Belanja, Pemerintah Prioritaskan Pengembangan SDM

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, saat menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan Bogor. FOTO : SETKAB.GO.ID

BOGOR-SUREPLUS : Usai Presiden Joko Widodo memberikan arahan mengenai efisiensi belanja dalam pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, rencananya akan dilakukan realokasikan untuk program prioritas.

Seperti dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dalam Sidang Kabinet Paripurna Rabu (18/7/2018), dibahas beberapa program prioritas yang akan jadi perhatian utama realokasi.

“Arahan bapak presiden adalah untuk pengembangan sumber daya manusia,” jelas Bambang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Realokasi itu, lanjutnya, diarahkan untuk beberapa hal. Mulai dari rehabilitasi sarana pendidikan, terutama untuk sekolah dasar atau menengah, baik yang berada di bawah Kemendikbud maupun yang ada di bawah Kementerian Agama.

“Kemudian kedua, penguatan pendidikan vokasi, baik yang di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, maupun beberapa kementerian sesuai dengan bidangnya masing-masing,” papar Bambang, seperti ditulis di laman setkab.go.id.

Yang ketiga, lanjutnya, adalah penanganan penurunan stunting, dimana pemerintah akan memberikan penguatan, terutama untuk bidang kesehatan dan juga infrastruktur sanitasi atau air limbah. “Di samping ada beberapa program untuk pencapaian target dari RPJMN, baik terkait infrastruktur di PUPR dan Perhubungan, maupun juga untuk promosi pariwisata, dan juga untuk kesuksesan dari Pemilu 2019,” tambahnya lagi.

Bambang menjelaskan, RAPBN 2019 merupakan RAPBN terakhir dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sehingga harus berupaya mencapai target-target yang memang harus dicapai pada tahun 2019, baik target kemiskinan, ketimpangan, dan seterusnya. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono