Di Tangan Mas’udah, Kain Flanel Disulap Menjadi Boneka Komersial

boneka kain flanel
Dari tangan terampilnya, Mas’udah mampu menyulap kain flanel menjadi boneka-boneka lucu dan menggemaskan. FOTO: SUREPLUS/SAHLUL FAHMI

GRESIK-SUREPLUS: Kreativitas bisa timbul dari hal-hal sederhana namun bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna. Hal itulah yang bisa dilihat dari boneka kain flanel yang diciptakan Mas’udah, seorang warga Perumahan Emerald Residence, Kedanyang, Kebomas, Gresik.

Dari tangan terampilnya itu, Mas’udah mampu menyulap kain flanel menjadi boneka-boneka lucu dan menggemaskan. Banyak sekali ragam boneka kain flanel hasil kreasi Mas’udah seperti berbagai bentuk hewan, ragam profesi hingga ragam baju adat nusantara.

Untuk bentuk hewan yang kerap bikin adalah kucing, kelinci, katak, harimau dan lain-lain. Kalau bentuk profesi ya dokter, tentara, pilot, pemain sepak bola, dan sebagainya. Sedang untuk baju adat nusantara mulai Jawa, Sunda, Bali, Sumatera Barat, Kalimantan hingga Papua.

Mengenai harganya, Mas’udah mengatakan bahwa bonekanya ini dibanderol dengan harga ekonomis. “Selain itu saya juga membuat boneka wisuda yang saya jual lebih tinggi per itemnya,” ucapnya.

Mas’udah yang mengaku menyukai hobi membuat boneka kain flanel sejak duduk di bangku SMP ini, mampu memproduksi 50 item boneka kain flanel per minggunya. Sementara untuk meningkatkan pemasaran, kini Mas’udah sangat terbantu dengan media media sosial baik melalui facebook maupun instagram.

“Awalnya saya memasarkan produk terbatas kepada keluarga terdekat, tetangga lalu kemudian teman-teman sendiri. Namun kini dengan adanya media sosial, para pemesan banyak berasal dari luar kota seperti Surabaya, Malang, Serang, Bogor dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mas’udah mengatakan bahwa produknya juga dipesan oleh beberapa sekolah PAUD maupun TK sebagai alat peraga bagi proses belajar mengajar. “Kalau untuk PAUD kebanyakan yang dipesan adalah bentuk hewan, sedang untuk sekolah TK kebanyakan bentuk profesi dan baju adat,” imbuhnya.(SAHLUL/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas