Peringatan Hari Pajak Jadi Tonggak Laksanakan Tugas Konstitusi

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan, peringatan Hari Pajak hendaknya dijadikan tonggak memelihara semangat dan melaksanakan tugas konstitusi. Tampak banner besar peringatan Hari Pajak. FOTO: @KEMENKEURI

JAKARTA-SUREPLUS: Peringatan Hari Pajak tiap tanggal 14 Juli hendaknya dijadikan tonggak dalam memelihara semangat dan melaksanakan tugas konstitusi. Hal itu ditegaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memperingati Hari Pajak, Sabtu, (14/07/2018) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.

“Berdasarkan Undang-Undang, kata pajak pertama kali muncul pada tanggal 14 Juli 1945. Oleh karena itu, saya menyambut gembira bahwa tanggal 14 Juli kita peringati sebagai Hari Pajak. Peringatan ini tentu akan dijadikan tonggak untuk terus memelihara semangat dalam menjaga dan melaksanakan tugas konstitusional,” kata Menkeu Sri Mulyani, seperti dikutip dari kemenkeu.go.id, Senin (16/07/2018).

Seperti diketahui, penerimaan pajak hingga semester I tahun 2018 sejauh ini menunjukkan hasil yang sangat baik dan menggembirakan dengan capaian sebesar Rp 581,54 triliun atau 40,84 persen dari target APBN 2018.

Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup baik karena terdapat pertumbuhan sebesar 13,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017, atau sebesar 16,71 persen jika penerimaan dari amnesti pajak dikeluarkan dari perhitungan tersebut.

“Kita boleh berbangga atas pencapaian tersebut. Tapi kita tidak boleh berpuas diri, dan seluruh pegawai pajak tidak boleh terlena sampai disini. Program reformasi perpajakan harus dituntaskan untuk mencapai penerimaan pajak yang optimal dan kualitas pelayanan terbaik kepada para pembayar pajak,” kata Sri Mulyani.

Mengakhiri sambutannya, Menkeu berpesan untuk terus mensosialisasikan peran pajak sekaligus memberi pelayanan terbaik agar kualitas penerimaan dan kepatuhan pajak bisa semakin baik. Melalui semangat Hari Pajak, terus laksanakan dan lakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, terutama kepada generasi muda mengenai peran dan fungsi pajak.

“Mari kita bersama-sama melakukan hal tersebut dengan diimbangi perbaikan pelayanan dan meningkatkan kualitas penerimaan pajak dan kepatuhan pembayaran pajak. Maka masyarakat Indonesia akan semakin sadar dan mendukung pentingnya membayar pajak,” kata Sri Mulyani. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P