Proyeksi E-Commerce Indonesia 2019 Tembus 3,8 Miliar Dolar AS

Tumbuh dari sisi kuantitas, UMKM Jatim diharap juga tumbuh dari sisi kualitas. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang memungkinkan pengusaha bisa mudah menjual produknya ke manca negara. FOTO : SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS: Pegiat Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Timur (Jatim) terus berkembang. Mengutip data sensus 2016, jumlah UKM di Jatim mencapai 9,59 juta. Pertumbuhan ini, menurut Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi UMKM Jatim, Miming Merina, harus diikuti dengan perkembangan kualitas.

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital. “Secara otomatis, di harapkan semua UKM harus bersentuhan dengan kemajuan teknologi digital demi efektifitas dan efisiensi untuk memaksimalkan profit usaha mereka sendiri,” terang Miming, saat dihubungi Sureplus.id, Sabtu (14/7/2018).

Berdasarkan proyeksi Frost and Sullivan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset, lanjut Miming, pasar e-commerce Indonesia di perkirakan tumbuh pesat hingga 31 persen per tahun. Angka ini mampu menembus 3,8 miliar Dolar AS di tahun 2019.

Berkaitan dengan perkembangan bisnis UKM, pihaknya mengimbau kepada pemerintah agar harus benar-benar aktif untuk mendorong pelaku guna masuk ke pasar e-commerce. “Baik yang punya produk maupun yang melakukan trading aneka macam produk,” ujarnya.

Di sisi lain, wirausaha pemula-pun harus berupaya untuk mengambil kesempatan berbisnis online. Dengan langkah ini, pengusaha berpotensi menjual produknya hingga ke pasar mancanegara.

Disinggung tentang bagaimana UKM memasuki pasar digital, Miming menyebut, para pelaku UKM tersebut harus berbisnis secara online atau melalui e-commerce.

“Jadi harus ada pelatihan secara khusus dan terus-menerus yang ditujukan kepada UKM, agar melek teknologi sebagai dasar dari berbisnis online yang melakukan teknologi digital,” tegasnya.

Sementara itu, keunggulan berbisnis lewat teknologi digital diantaranya yaitu para pelaku UKM dapat berinteraksi dengan semua pembeli di seluruh dunia, dan untuk transaksi yang dulunya harus dilakukan dengan bertemu berhadapan langsung, sekarang bisa dilakukan secara online bahkan tanpa saling mengenal.

Seperti diketahui, melalui internet, pembeli langsung bisa melihat bentuk barang tanpa harus bersusah payah memindahkan barang dagangan. Bahkan, transaksi bisa langsung deal tanpa harus bertemu. Pembayaran barang pun bisa di lakukan lewat transaksi secara digital.

“UKM di masa depan harus bisa menguasai teknologi digital, agar mampu bersaing menembus pasar e-commerce secara global,” tutup Miming optimis. (DONY MAULANA/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono