Presiden Ajak Koperasi Memanfaatkan Teknologi Digital

Presiden Joko Widodo saat meninjau Harkopnas Expo 2018 yang memamerkan produk-produk koperasi Indonesia. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan Ketua Dekopin Nurdin Halid. FOTO :  HUMAS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

TANGERANG-SUREPLUS : Saat ini kontribusi produk domestik bruto (PDB) koperasi mencapai 4,48 persen. Sebelumnya, kontribusi PDB koperasi 3,99 persen. “Ada peningkatan yang cukup baik,” kata Presiden Joko Widodo, saat hadir dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Lebih lanjut presiden berharap, ke depan, PDB koperasi bisa terus ditingkatkan sehingga tercapai lompatan dalam sistem ekonomi gotong royong di tanah air ini. Lompatan itu, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Oleh sebab itu, kita harus sadar semuanya, ngerti semuanya. Apa itu artificial intelligent, apa itu internet of things, apa itu big data. Apa itu advance robotic. Kita harus ngerti semuanya. Kalau enggak kita ditinggal. Perkembangan-perkembangan hyperloop, Tesla, ini harus ngerti semuanya. Insan koperasi juga sama,” jelas Presiden, seperti ditulis di setneg.go.id.

Presiden kemudian mencontohkan koperasi terbaik di dunia, Fonterra Selandia Baru, sebuah koperasi yang bergerak di bidang produksi susu. Koperasi ini dimiliki bersama oleh 10.500 petani. “Omsetnya sekitar Rp 165 triliun,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyematkan anugerah kepada sejumlah tokoh penerima penghargaan di Hari Koperasi Nasional. Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan penghargaan bagi Koperasi Berprestasi, serta Bakti Koperasi dan UKM tahun 2018, pada Rabu (11/7/2018) malam.

Penghargaan itu diberikan pada 110 penerima terdiri dari dua kategori, yakni Koperasi Berprestasi, diberikan pada 50 koperasi, dan penghargaan Bakti Koperasi dan UKM kepada 60 kepala daerah atau dinas koperasi dan UKM serta tokoh penggerak koperasi.

Usai menerima penghargaan Bakti Koperasi, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, ia berterima kasih karena penataan koperasi di Bogor mendapat apresiasi dari Kemenkop UKM.  “Komitmen kami dalam penganggaran untuk koperasi dan UMKM hingga mencapai Rp 94 miliar. Selain itu, organisasi kedinasan koperasi yang tadinya bergabung dengan perdagangan sekarang menjadi mandiri sebagai dinas koperasi dan UKM,” kata Bima.

Dia menambahkan, pihaknya telah mengubah 86 lembaga keuangan mikro yang belum berizin dan berbadan hukum menjadi koperasi.

Sementara Walikota Banjar Baru Nadjmi Adhani mengakui, peran serta kepala daerah sangat penting untuk mendorong, menyemangati dan melakukan pembinaan melalui dinas teknis. Pembinaan ini, dikemukakannya, telah mengubah koperasi di Banjar Baru menjadi lebih sehat dan berprestasi.

“Banyak koperasi yang tadinya tidak sehat menjadi sehat, tadinya tidak RAT akhirnya RAT setelah mendapat pembinaan,” kata Nadjmi.

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang juga meraih penghargaan Bakti Koperasi merupakan kabupaten termuda di Indonesia yang berdiri tahun 2007. Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengatakan meski masih sangat muda, Kubu Raya sudah memiliki dinas koperasi dan UKM yang mandiri untuk melakukan pembinaan koperasi dan UKM.

Hermanus menyebutkan, pihaknya aktif melakukan evaluasi dan pembinaan yang hasilnya telah membubarkan 70 koperasi dan 419 koperasi aktif. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono