Matinya Lampu Saat Semi Final AFF bukan Gangguan Listrik PLN

Suasana Stadion Gelora Delta Sidoarjo di semi final AFF, saat menjelang adu penalti antara Indonesia versus Malaysia. FOTO : ISTIMEWA

SURABAYA-SUREPLUS: Padamnya lampu yang digunakan untuk menerangi Stadion Gelora Delta Sidoarjo jadi pembicaraan seru, termasuk di sosial media. Sebagian mencaci, karena PLN dianggap gagal mengakomodir event internasional ini, khususnya menjelang adu penalti antara Indonesia versus Malaysia.

Dalam siaran persnya PLN Distribusi Jawa Timur menyampaikan, selama penyelenggaraan Piala AFF dilangsungkan di Gelora Delta Sidoarjo sejak 1 Juli 2018, pihak pengelola hanya memanfaatkan listrik dari PLN untuk kepentingan penerangan di luar stadion.

Sedangkan untuk lampu sorot yang digunakan untuk menerangi lapangan dipasok dari genset berkapasitas 600 kW yang disediakan oleh pengelola atau panitia pelaksana. Untuk itu PLN Distribusi Jawa Timur menyesalkan keputusan yang dipilih pihak pengelola ini. Karena dengan keputusan tersebut, saat sewaktu-waktu genset terganggu lampu sorot akan padam karena listrik yang dari PLN tidak dihubungkan ke lampu sorot. Mengingat kapasitasnya hanya 41,5 kVA.

Pihak PLN sendiri sebelum penyelenggaraan mengaku telah menawarkan layanan khusus pada pengelola, agar bisa mem-back-up pasokan listrik ke lampu sorot atau bahkan digunakan sebagai pasokan utama. Namun pihak pengelola memilih listrik dari PLN yang berdaya sambung 41,5 kVA hanya untuk penerangan di luar lampu sorot.

Ditegaskan pula, saat kejadian padamnya lampu sorot Gelora Delta Sidoarjo, pasokan listrik PLN dalam keadaan normal atau tidak terganggu. (DONY MAULANA/PRS)

Editor : Hendro D. Laksono