Walikota Kediri Imbau Guru Tingkatkan Kemampuan TI

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kediri yang gelar Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan Kota. FOTO : AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengimbau kepada setiap guru di arenya untuk meningkatkan kemampuan di sektor teknologi informasi (TI).

Pernyataan ini diungkapkan saat menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kediri yang gelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, di Halaman Kantor Disdik Kota Kediri, Kamis (12/7/2018).

Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan guru tersebut dilaksanakan guna mempererat tali silaturahmi antara tenaga pendidik dan walikota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kediri.

“Kami mengucapkan, terima kasih kepada seluruh guru karena telah ikut membawa pendidikan di Kota Kediri menjadi lebih baik hingga angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri mencapai angka 77. Ini merupakan IPM yang tertinggi di tingkat provinsi,” katanya.

Oleh karena itu, ungkap dia, diperlukan peningkatan kompetensi dalam menghadapi zaman yang sudah berubah saat ini. Lantaran, kekuatan media sosial juga ikut mengubah anak-anak.

“Untuk itu, guru-guru harus belajar teknologi. Anak-anak didik kita menyukai guru-guru yang keren, bukan lagi guru yang kolot dan panjenengan semua harus belajar IT agar bisa merangkul anak-anak,” katanya.

Selain itu, walikota yang lekat disapa Mas Abu ini juga mengingatkan agar guru selalu menjalin komunikasi dua arah dengan siswanya.

“Kalau sudah terjadi komunikasi dua arah tentunya anak-anak akan senang, dan panjenengan akan jadi guru yang dicintai muridnya,” imbuhnya.

Usai menghadiri halal bi halal tersebut, Walikota Kediri sekaligus menghadiri acara Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang digelar di Aula Dinas Pendidikan.

Dalam acara ini, dia menyampaikan, saat ini perdagangan manusia terlihat begitu mudah. Banyak sekali orang yang dikirim ke luar negeri untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

“Kita ingin masyarakat kita tidak dilecehkan. Saya berharap dinas pendidikan dan Polri menangkap langsung pelaku kejahatan human trafficking,” katanya. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono