Dengan e-FLPP, Pengujian Data 8.000 Debitur Diselesaikan 3 Jam

Layanan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan berbasis elektronik
Layanan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan berbasis elektronik (e-FLPP) merupakan terobosan inovatif yang telah digunakan 36 bank pelaksana penyalur FLPP, dari total 40 bank pelaksana. FOTO : ILUSTRASI

JAKARTA-SUREPLUS : Layanan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan berbasis elektronik (e-FLPP) dinilai sebagai terobosan inovatif yang dilakukan PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan), Ditjen Pembiayaan Perumahan, dan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk mengatasi permasalahan dalam proses FLPP yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Karena cara manual memiliki beberapa kelemahan, antara lain, data yang disampaikan tidak lengkap atau tidak sesuai, proses pengujian memakan waktu lama, pengecekan data debitur kurang akurat, proses antrian pengujian data yang tidak tertib, dan keamanan data tidak terjamin.

Pernyataan ini disampaikan Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti, seperti ditulis dalam rilis Kementerian PUPR, Rabu (11/7/2018). Dikatakan pula, pemanfaatan teknologi terbukti mempercepat penyaluran dana FLPP. Mulai dari waktu pencairan dana FLPP yang semula tujuh hari kerja menjadi maksimal tiga hari kerja, dengan catatan dokumen pencairan sudah diterima lengkap dan benar oleh PPDPP.

“Dengan e-FLPP, untuk proses pengujian data bagi 8.000 calon debitur dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga jam,” tandas Lana. Selain itu, sistem ini dinilai mampu meningkatkan akurasi penerima manfaat KPR subsidi, karena sistem e-FLPP terhubung langsung dengan Dukcapil Kemendagri. Sehingga langkah ini sekaligus bisa meminimalisir potensi penggunaan KTP palsu.

Apalagi sistem e-FLPP telah digunakan oleh 36 bank pelaksana penyalur FLPP, dari total 40 bank pelaksana.

Dijelaskan pula, untuk menghindari human error dalam pengujian data debitur, tertib administrasi maupun penyalahgunaan data, sistem ini juga telah dilengkapi dengan sertifikat elektronik yang dikeluarkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga mampu meningkatkan keamanan data dan informasi. Dengan demikian, layanan kepada stakeholders menjadi lebih baik.

E-FLPP sendiri merupakan salah satu bentuk pelayanan publik Kementerian PUPR yang terpilih masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2018 di lingkungan kementerian atau lembaga, pemerintah, BUMN, dan BUMND, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau PANRB. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono