Pemerintah Perlu Memprioritaskan Perlindungan UMKM

Naiknya kurs Dolar AS
Naiknya nilai Dolar AS berpotensi melahirkan problem baru, termasuk di kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). FOTO : SUREPLUS/AKBAR INSANI

SURABAYA-SUREPLUS : Naiknya kurs Dolar AS terhadap rupiah, berpotensi jadi ancaman bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk yang di Jawa Timur. Saat ini, nilai Dolar AS merangkak dari Rp 14.200 jadi Rp 14.580.

“Kenaikan Dolar AS banyak berdampak pada kenaikan harga BBM. Tak hanya itu saja, komoditi yang lain juga akan mengalami kenaikan harga. Dengan begitu, nantinya akan semakin memberatkan masyarakat di Jawa Timur,” ingat Ketua Komisi B DPRD Jatim, Firdaus Febrianto, seperti ditulis di laman jatimprov.go.id, Selasa (10/7/2018).

“Perhatian terhadap ekonomi di bawah, seperti UMKM, sektor pertanian, kemudian usaha-usaha masyarakat kecil lainnya, tetap harus mendapat prioritas dari pemerintah,” tegasnya.

Dijelaskan, hal ini harus ditopang oleh pemerintah daerah agar mereka bisa tetap bertahan.Jika mereka berdaya, tentunya kondisi ekonomi yang lemas seperti saat ini pelaku ekonomi di bawah tidak gulung tikar.

Kalau mereka akhirnya jatuh, kata Firdaus, kondisi ini bisa berkepanjangan. “Tapi kalau mereka bisa disuplai, sehingga akhirnya bisa membaik, bisa normal, mereka masih bisa tetap melanjutkan usahanya,” katanya. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono